Issu rokok ilegal menyeruak, seperti apa realitanya?

Semarang-, Beberapa waktu terakhir issue dari berbagai wilayah di Indonesia, tentang rokok ilegal seakan tidak mau surut dan nyaris sejajar dengan issue pilpres. Dimana merambahnya produksi rokok yang diduga ilegal ini tumbuh dengan subur.

Adapun sisi ekonomi yang terkandung dalam issu yang mendekati realita ini, dimana produksi rokok ilegal ini cukup mampu memperkerjakan banyak tenaga buruh, menghidupkan industri mikro yang berbasis rumahan, sehingga berdampak positif terhadap meningkatnya perekonomian, menekan tingginya angka kriminalitas, dan menciptakan lingkungan masyarakat ekonomi baru.

” masyarakat terdampak positif secara ekonomi dan beberapa tatanan lingkungan masyarakat, ilegal secara administrasi negara, namun barang ini sangat signifikan menghidupkan ekonomi masyarakat, khususnya yang ada dipelosok, sepertinya ini misinya sama, sehingga perlu disikapi secara khusus, bukan secara brutal yang cenderung kearah premanisme, ini murni gerakan mikro ekonomi kerakyatan “, ungkap praktisi ekonomi, Ahmad Arif.

Arif juga menuturkan bahwa pihaknya mengamati perkembangan demi perkembangan issu rokok ilegal yang bertumbuhan dibeberapa wilayah di Indonesia, dan dirinya merasa perlu ada sikap secara formal, agar masyarakat yang terlibat pada industri rokok ilegal ini merasa aman dan terus berpenghasilan secara jangka panjang, melainkan bukan diperangi oleh negara, dicegat ketika pengiriman, dan rokoknya disita bahkan bermodus ditebus dengan nominal yang kerap membuat seseorang gulung tikar, ini perlu disikapi dengan serius oleh pemerintah, sebagaimana makna dari sila ke-4 ‘ kerakyatan yang dipimpin oleh hitmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan.

Baca :   BIP Berulah, Ribuan Warga Sumenep Full Senyum

” disini sudah jelas, dan berdasarkan data yang kami kantongi, ada beberapa contoh kasus yang dilakukan oleh beberapa oknum petugas yang berwenang, tentunya itu tidak etis dilakukan oleh para oknum tersebut, karena menimbulkan kesan premanisme, yaitu ada beberapa pengiriman rokok yang diduga ilegal, dicegat dan muncul nominal fantastis untuk penebusan, apakah mereka pernah memikirkan nasib para buruh rumahan yang mendapatkan upah rupiah demi rupiah dari setiap batang rokok tersebut, apakah memang pemahaman ‘ yang kaya makin kaya dan si miskin makin miskin ‘ ini benar adanya ya, tidak ada pemerataan perekonomian, kita hidup di Indonesia seakan-akan hanya milik yang mampu, yang tidak mampu belakangan dulu “, tutur Ahmad Arif.

Arif menjelaskan bahwa kesekian alat negara ini kan berkerja untuk negara sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, sementara negara bekerja untuk memakmurkan rakyatnya, menyehatkan rakyatnya, tentunya melindungi rakyatnya, sehingga menurut kami, penting kiranya pemerintah hari ini menyikapi kondisi ini.

” mungkin sampai disini paham kan? Kami akan mengungkapkan sisi kelam oknum petugas dirilist kami selanjutnya, tolong negara pahami rakyat mu ini “,pungkasnya.

Baca :   Sambut Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah/2024 Masehi, KKG Siti Aisyah Sumenep Gelar Pawai Ta'aruf

” seperti kita ketahui bersama, dampak positif dari industri rokok rumahan ini sangat banyak, seperti peningkatan ekonomi mikro, menekan tingginya angka kriminalitas akibat kesenjangan sosial, dan menekan tingginya angka pengangguran saat ini, monggo selebihnya pemerintah yang harus jemput bola “, harap Ahmad Arif.(istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *