Sumenep-, Calender event Sumenep Madura cukup akrab ditelinga masyarakat Jawa Timur khususnya bagi warga Madura sendiri, pagelara event lokalistik khas Sumenep digelar secara rutin setiap tahunnya, dengan tujuan untuk memperkenalkan kearifan lokal Madura, khususnya daerah kekeratonan Sumenep sendiri.
Kaya akan berbagai warisan budaya seharusnya membuat Sumenep sebagai wilayah kekeratonan yang sangat memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri, yang membedakan dengan seluruh wilayah di Jawa Timur lainnya, baik dari sisi apapun. Sehingga pagelaran event dan tatanan lainnya pun diharapkan maksimal dengan kemasan yang profesional.
Menurut Raden Baharudin Akbar, Sumenep ini kota legenda dengan berbagai budayanya, dan hari ini Sumenep seakan mendowngrade dirinya sendiri, terlihat dari pagelaran event, sejak waktu visit Sumenep hingga saat ini di calender of event Sumenep yang terjadi bukan upgrade diri, melainkan yang terjadi saat ini adalah men-downgrade diri, yang menurutnya hal tersebut terlihat dari pagelaran pakem keraton Sumenep yang sangat identik sekali, seperti prosesi penganugerahan adipati Arya Wiraraja, yang seharusnya dikemas dengan nuansa kental kekeratonan Sumenep dilokasi yang berdekatan dengan area pendopo Agung Sumenep, dan bahkan tidak pernah melibatkan unsur kerabat Keraton Sumenep yang masih ada hingga sekarang.
” tidak salah digelar dimanapun, akan tetapi minimal dilokasi yang masih masuk dalam kawasan keraton Sumenep, dan pastinya wisatawan juga akan berkunjung ke pendopo Sumenep, karena nuansanya terbangun sebuah chesmitry sehingga tertanam nuansa kekeratoran Sumenep yang hangat dan nyaman dibenak para wisatawan, ini yang masih belim tergarap dengan baik “, terang Raden Baharudin Akbar.
Selain itu menurutnya, bahwa level event Sumenep hari ini harusnya sudah dilevel yang lebih tinggi, sehingga konsepnya lebih dalam dan mengedepankan kualitas, bukan malah kuantitas, karena didaerah pariwisata dan event yang lebih maju, mereka tidak sebanyak apa yang akan Sumenep gelar hari ini dan masih akan digelar, karena fasenya sudah lebih tinggi, pastinya merupakan sebuah kewajiban pemda Sumenep menggunakan jasa event organizer profesional yang setaraf Nasional, jika memang serius mengangkat Sumenep melalui eventnya.
Selain itu karena menggunakan konsep pentahelix, pemkab harusnya menggunakan jasa EO profesional, karena para sponsor pun akan kecewa jika even yang dilaksanakan hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja, lantaran disetiap pagelaran event Sumenep, logo atau simbol sponsor terpampang jelas, sehingga yang digunakan bukan EO amatiran level kaki lima pinggir jalan.
” kedepankan kualitas, bukan kuantitas, karena nantinya yang ada hanya terkesan sekedar melaksanakan event itu saja, sehingga bukan menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memiliki makna yang mendalam, dan bukan hanya sekedar pemenuhan SPJ saja, meskipun tidak ada proses tersebut disetiap event yang digelar “, tutur Raden Baharudin Akbar.
Terakhir, Raden Baharudin berharap agar pemerintah daerah Sumenep sebagai pengatur regulasi dan pemangku kebijakan, untuk benar-benar memperhatikan dan melestarikan nilai-nilai budaya Sumenep dengan cara penanganan yang profesional, melainkan bukan malah turut serta mengkaburkan dan mengikis warisan budaya ini, karena apa yang diwariskan dibumi keraton Sumenep ini, menurut Panembahan Sumolo 1750-1762 hingga seterusnya, bahwa apa yang diwariskan sejak era kerajaan Sumenep adalah demi kemaslahatan umat, bukan kemaslahatan golongan atau perseorangan, ” itulah sebagian kecil kutipan wasiat beliau, ditaati atau tidak, kita sebagai seorang muslim harusnya paham dengan konsekwensinya, karena mau dipungkiri dengan cara apapun, tanah Sumenep adalah tanah kekeratonan, tanah kerajaan “,pungkasnya.(istimewa)