Madura-, Polemik pembangunan tugu keris yang diharapakan menjadi simbol/ikon Kota Keris di Kabupaten Sumenep tentunya telah lama dinantikan, lantaran sejak tahun sekitar 2011 lalu, ikonik fenomenal tersebutlah yang dinantikan.
Tahun 2024 ini, pemerintah daerah Sumenep sepertinya baru akan merealisasikannya, namun malah sebaliknya, harapan berubah menjadi polemik baru.
Menurut salah satu Empu Keris di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Suhari, dirinya mengaku tidak tahu adanya konsep besar tersebut, sehingga dirinya sebagai pelaku langsung didunia perkerisan cukup terkejut.
” saya baru dengar terhadap pembangunan tugu keris, dan teman-teman saya tidak ada yang dilibatkan, jangan dilibatkan, saat ini saja saya baru tahu tentang konsep besar tersebut, dan kami bertanya-tanya, siapa yang mengerjakannya, dan itu wajar kami tanyakan sebagai pelaku pusaka keris Sumenep “, ungkap Suhari.
Suhari juga menuturkan bahwa dirinya belakangan ini baru mengetahui bahwa yang mengerjakannya adalah salah satu kolektor pusaka keris di Sumenep, melainkan bukan para Empu atau pengrajin, dirinya sungguh mengaku sangat menyayangkan kebijakan Bupati Sumenep beserta Dinas Pariwisata Kabupaten Sumenep, yang menurutnya, Empu Keris Sumenep, hanya dijadikan bahan nilai tawar terhadap kepentingan-kepentingan yang tidak berpihak ke kebanyakan ratusan Empu yang membuat Sumenep diakui dunia sebagai kota Keris.
” pengakuan sebagai kota Keris Dunia hanya menjadi bahan diatas kertas saja, bagi Kabupaten Sumenep, yang diuntungkan bukan pelaku keris, melainkan beberapa oknum yang nggak jelas dedikasinya selama ini, semoga mereka tersadarkan dan segera malu, kita ini orang Madura, paham kan?”, singgungnyq.
Disisi lain, Suhari mengungkapkan, bahwa sejak Pak Fauzi menjadi Wakil Bupati, dirinya beserta beberapa Empu lainnya, telah memberikan dukungan dan sumbangsih, khususnya didunia perkerisan Madura hingga Nasional, untuk mengenalkan Kota Keris, namun kali ini dirinya mengaku cukup kecewa dengan kebijakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
” kawan lama diabaikan, kawan baru diutamakan, sekarang yang ada hanya kecewa, semoga sukses selalu pak Fauzi “,pungkasnya.(Andika)