Antisipasi Godzilla El Nino, Dody Hanggodo Prioritaskan Anggaran untuk Ketahanan Pangan

Antisipasi Godzilla El Nino, Dody Hanggodo Prioritaskan Anggaran untuk Ketahanan Pangan
ejatimnews.com,

Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap potensi kekeringan ekstrem akibat fenomena Godzilla El Nino yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa anggaran untuk program mitigasi El Nino menjadi prioritas utama guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menyampaikan, pemerintah akan melakukan penyesuaian anggaran dengan mengalihkan program yang dinilai kurang prioritas agar upaya penanganan dampak El Nino dapat berjalan maksimal.

“Karena kalau itu gagal, berarti swasembada pangan di tahun 2026-2027 bisa gagal,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/4), dikutip dari CNN.

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Bahkan, sebagian langkah tersebut sudah mulai dijalankan oleh Kementerian PU.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi, terutama pada wilayah yang memiliki bendungan besar. Pemerintah berupaya memastikan seluruh bendungan berada pada kapasitas maksimal agar mampu menyuplai air irigasi meski curah hujan menurun drastis.

Sebagai contoh, Bendungan Gajah Mungkur di Wonogiri disebut mampu mengairi lahan pertanian hingga September atau Oktober 2026 jika kondisi air berada pada level optimal.

Meski demikian, Dody mengingatkan bahwa daya tampung bendungan memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, pemerintah juga menyiapkan langkah tambahan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan.

Salah satu solusi yang disiapkan adalah operasi modifikasi cuaca dengan menyasar wilayah hulu bendungan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan curah hujan buatan sehingga pasokan air ke waduk tetap terjaga.

Ia menegaskan, operasi tersebut tidak dilakukan langsung di bendungan guna menghindari risiko kesalahan yang dapat berdampak lebih besar.

Selain itu, Kementerian PU juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam penyediaan pompa air berukuran kecil untuk daerah yang mengalami penurunan debit air.

Penggunaan pompa ini diharapkan mampu menjaga distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan, meskipun kondisi sumber air terbatas.

Tak hanya itu, pembangunan irigasi tersier juga terus didorong agar distribusi air menjadi lebih efektif dan mampu menjangkau area pertanian secara lebih luas.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman El Nino, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah potensi krisis iklim yang semakin meningkat.

Belum ada komentar