Bappenas Soroti Peran Kesehatan dalam Penguatan SDM Nasional

Bappenas Soroti Peran Kesehatan dalam Penguatan SDM Nasional
ejatimnews.com,

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola pembangunan nasional. Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu fondasi utama dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (9/2/2026). Ia menjelaskan bahwa pemerintah bersama DPR telah menetapkan pembenahan ekosistem jaminan kesehatan yang terintegrasi sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka panjang.

Kesehatan sebagai Prioritas Penguatan SDM

Rachmat menyampaikan bahwa dalam kerangka prioritas nasional, penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian utama. Ia menekankan bahwa pembangunan SDM tidak hanya bertumpu pada pengembangan sains dan teknologi, tetapi juga pada sektor kesehatan yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas masyarakat.

Menurutnya, penguatan di bidang kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi besar pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan daya saing bangsa.

Pembenahan Ekosistem dan Tata Kelola

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan pemerintah tidak terbatas pada aspek administratif semata. Pemerintah bersama DPR mendorong pembenahan menyeluruh terhadap sistem dan ekosistem jaminan kesehatan nasional agar lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa upaya ini mencakup perbaikan tata kelola secara komprehensif, sehingga sistem jaminan kesehatan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Rachmat, langkah tersebut dilakukan secara bersama antara pemerintah dan DPR untuk memastikan bahwa reformasi yang dijalankan tidak hanya menyentuh sistem, tetapi juga keseluruhan ekosistem pendukungnya.

Bagian dari Agenda Pembangunan Jangka Panjang

Pembenahan ekosistem jaminan kesehatan, lanjutnya, merupakan pekerjaan yang mencakup jangka pendek, menengah, hingga panjang. Seluruh proses tersebut terhubung langsung dengan arah dan strategi pembangunan nasional yang sedang dijalankan.

Rachmat menilai bahwa jika pembaruan tata kelola ini dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, maka sistem jaminan kesehatan yang kuat dapat menjadi fondasi dalam membentuk masyarakat yang sehat, cerdas, serta memiliki daya saing.

Cakupan JKN dan Tantangan Integrasi

Dalam konteks pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemerintah mencatat bahwa cakupan kepesertaan aktif untuk segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah berada di atas 90 persen. Kondisi tersebut menuntut sistem pengelolaan yang semakin efisien dan terintegrasi.

Pengelolaan jaminan kesehatan diharapkan mampu mencakup seluruh lapisan layanan kesehatan, mulai dari Posyandu dan Puskesmas hingga rumah sakit umum daerah maupun rumah sakit khusus. Integrasi ini menjadi penting agar layanan kesehatan dapat diakses secara merata.

Pemutakhiran Data Berbasis Peristiwa Hidup

Rachmat juga menyoroti pentingnya pemutakhiran data yang berbasis peristiwa hidup sebagai bagian dari penguatan tata kelola jaminan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa data mengenai kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, dan peristiwa lainnya harus menjadi dasar dalam pengelolaan sistem jaminan kesehatan nasional.

Menurutnya, pembaruan data yang akurat dan berkelanjutan akan mendukung efektivitas kebijakan serta memastikan bahwa program jaminan kesehatan berjalan sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Belum ada komentar