Pemerintah Kota Surabaya mendorong pemanfaatan ruang terbuka sebagai wadah ekspresi seni dan budaya. Melalui kebijakan resmi, sebanyak 14 ruang publik ditetapkan sebagai lokasi pertunjukan seni bagi para pelaku seni Surabaya.
Pelaksana Tugas Kepala Disbudporapar Surabaya, Heri Purwadi, menyampaikan langkah ini menjadi bagian dari strategi menghadirkan ruang interaksi antara seniman, masyarakat, dan sektor pariwisata.
Ruang Ekspresi dan Penggerak Ekonomi Kreatif
Menurut Heri, ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai area rekreasi, tetapi juga sebagai panggung ekspresi yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif. Aktivitas seni yang rutin digelar memberikan dampak langsung pada penghasilan para seniman.
Beberapa titik seperti Balai Kota, Jalan Tunjungan, dan Balai Pemuda menjadi lokasi favorit karena berada di pusat kota serta relatif terlindung dari cuaca.
Daftar Lokasi Pertunjukan Seni
Empat belas titik yang ditetapkan meliputi Taman Surya Balai Kota, Taman Sejarah, Komplek Balai Pemuda, Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Kawasan Tunjungan, Tugu Pahlawan, Adventure Land Romokalisari, Kebun Raya Mangrove, Taman Hiburan Pantai Kenjeran, eks Hi-Tech Mall, Taman Harmoni, Taman Cahaya, dan Kya-Kya Kembang Jepun.
Di lokasi tersebut digelar berbagai pertunjukan, mulai dari musik akustik, reog, jaranan, angklung, hingga elektone yang menarik perhatian pengunjung.
Dampak ke Wisata dan PAD
Beberapa lokasi seperti Taman Bungkul, Taman Suroboyo, Tugu Pahlawan, hingga THP Kenjeran menjadi pusat pertunjukan reog dan jaranan yang selalu menyedot penonton. Aktivitas ini berdampak pada peningkatan kunjungan wisata serta Pendapatan Asli Daerah dari sektor parkir dan tiket kawasan wisata.
Evaluasi Pengembangan Lokasi
Meski sudah berjalan, masih ada ruang publik yang belum aktif secara optimal. Taman Sejarah baru digunakan saat momentum Hari Pahlawan 2025, sedangkan eks Hi-Tech Mall dan Kebun Raya Mangrove masih membutuhkan penguatan konsep dan koordinasi lanjutan.
Pemkot Surabaya berencana melakukan evaluasi berkelanjutan agar seluruh ruang publik dapat dimanfaatkan merata, memberi lebih banyak pilihan bagi seniman dan memperkaya pengalaman masyarakat menikmati seni di ruang terbuka.






Belum ada komentar