Surabaya – Kabar baik bagi warga Kota Pahlawan yang selama ini kerap terjebak macet di kawasan selatan. Pemerintah Kota Surabaya memastikan proyek Flyover Taman Pelangi Surabaya segera masuk tahap pelaksanaan sebagai solusi pengurai kepadatan lalu lintas.
Proyek ini akan menggunakan konsep jalan layang (flyover/overpass) demi mempercepat pembangunan sekaligus menjamin keamanan infrastruktur di area tersebut.
Dipilih Flyover karena Faktor Keamanan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa keputusan membangun flyover diambil setelah melalui kajian bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Opsi underpass dinilai berisiko karena banyaknya jaringan pipa di bawah tanah.
Menurutnya, jalur bawah tanah di kawasan tersebut dipenuhi pipa, termasuk pipa gas. Selain itu, pembangunan underpass juga memerlukan pemindahan aliran sungai, sehingga berpotensi memperlambat proyek. Karena itu, overpass dinilai lebih aman dan efisien.
Tanpa Lampu Merah, Arus Lalu Lintas Mengalir Terus
Flyover Taman Pelangi dirancang untuk mengurai titik kemacetan utama di Surabaya selatan, khususnya pertemuan arus kendaraan dari arah Ahmad Yani menuju Rungkut, Jemursari, hingga pusat kota.
Konsepnya disebut menyerupai Flyover Aloha di Sidoarjo, di mana arus kendaraan dibuat mengalir tanpa hambatan lampu lalu lintas. Kendaraan dari Ahmad Yani akan langsung naik ke jalan layang dan turun di arah Jemursari, begitu pula sebaliknya.
Skema ini diharapkan menghilangkan antrean panjang yang selama ini terjadi akibat jeda lampu merah.
Pembebasan Lahan Sudah Rampung
Dari sisi kesiapan lahan, Pemkot Surabaya memastikan proses pembebasan telah tuntas. Warga terdampak sudah menerima ganti rugi, dan kini hanya tersisa satu bangunan yang dipakai sementara sebagai pos satgas.
Saat ini proyek berada pada tahap finalisasi desain dan akan segera masuk proses pelelangan.
Mulai Dikerjakan 2026
Proyek flyover ini sepenuhnya didanai oleh Kementerian PUPR. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan dimulai pada 2026 dan berlanjut hingga awal 2027.
Dengan hadirnya jalan layang ini, salah satu titik kemacetan paling padat di Surabaya bagian selatan diharapkan bisa terurai, sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas warga dalam beraktivitas sehari-hari.












Belum ada komentar