Jelang Idulfitri, Eri Cahyadi Sidak Pasar Murah di Surabaya

Jelang Idulfitri, Eri Cahyadi Sidak Pasar Murah di Surabaya
ejatimnews.com,

Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) dan pasar murah secara serentak di seluruh wilayah kota.

Program tersebut dilaksanakan di 31 kecamatan dan berlangsung hingga 14 Maret 2026. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar pada umumnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa program pasar murah tersebut sudah dimulai sejak 11 Maret 2026. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik dan tepat sasaran, ia turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi.

Sidak tersebut dilakukan di beberapa titik, di antaranya di Kantor Kelurahan Simomulyo Baru serta Balai RW 1 Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Pemkot Surabaya Pastikan Program Pasar Murah Berjalan

Saat melakukan peninjauan di lapangan, Wali Kota Surabaya ingin memastikan bahwa program yang digelar selama empat hari tersebut benar-benar berjalan sesuai rencana dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah kota secara rutin menggelar kegiatan ini menjelang hari-hari besar keagamaan sebagai upaya mengendalikan harga bahan pokok agar tetap stabil.

Menurutnya, kegiatan pasar murah tidak hanya menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi langkah pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar.

“Ini ada pasar murah yang kita lakukan selama empat hari. Kami berkeliling melakukan sidak untuk memastikan apakah program ini berjalan dengan baik atau tidak,” ujar Eri saat meninjau lokasi kegiatan.

Berbagai Kebutuhan Pokok Dijual Lebih Terjangkau

Dalam program pasar murah Surabaya tersebut, pemerintah kota menyediakan berbagai jenis kebutuhan pokok yang biasa dibutuhkan masyarakat menjelang Lebaran.

Sejumlah komoditas yang tersedia di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, cabai rawit, cabai merah besar, daging sapi, hingga daging ayam. Produk-produk tersebut dijual dengan harga yang relatif lebih murah sehingga dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat.

Program ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan harga bahan pangan yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Melalui kegiatan tersebut, warga dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih stabil dan tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga di pasaran.

Wali Kota Bagikan Sembako Gratis kepada Warga

Menariknya, dalam sidak tersebut Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri juga membagikan sejumlah bahan pokok secara gratis kepada warga yang datang ke lokasi pasar murah.

Bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, ia membagikan paket bahan pokok berupa beras, gula pasir, dan minyak goreng kepada masyarakat.

Jumlah bantuan yang dibagikan di lokasi kegiatan mencapai sekitar 100 kantong beras, 100 paket gula pasir, serta 100 botol minyak goreng.

Eri menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari zakat mal yang ia keluarkan pada bulan Ramadan. Ia membeli kebutuhan pokok tersebut secara langsung dan kemudian membagikannya kepada warga yang membutuhkan.

“Di beberapa pasar murah ada yang saya berikan secara gratis seperti beras, gula, dan minyak. Ini saya anggap sebagai zakat mal saya, jadi saya beli lalu saya bagikan kepada warga,” ujarnya.

Imbauan Tidak Panic Buying Menjelang Lebaran

Dalam kesempatan itu, Pemkot Surabaya juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan terhadap bahan kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Menurut Eri, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan karena pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan.

Ia juga mengingatkan adanya imbauan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar masyarakat tidak melakukan panic buying terhadap komoditas tertentu seperti beras maupun bahan bakar minyak.

Langkah pembelian berlebihan dikhawatirkan justru dapat memicu kenaikan harga dan mengganggu stabilitas pasar.

Karena itu, pemerintah kota terus memastikan bahwa pasokan bahan pokok tetap tersedia dan harga dapat dikendalikan melalui berbagai program seperti Gerakan Pasar Murah yang digelar di seluruh kecamatan.

Eri berharap kehadiran program ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Dengan adanya pasar murah yang digelar secara serentak di berbagai wilayah, pemerintah optimistis harga bahan pangan tetap terkendali dan masyarakat tidak lagi merasa khawatir terhadap kenaikan harga menjelang Lebaran.

Belum ada komentar