Jelang Lebaran 2026, Damkar Surabaya Tetap Siaga 24 Jam

Jelang Lebaran 2026, Damkar Surabaya Tetap Siaga 24 Jam
ejatimnews.com,

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya memastikan kesiapsiagaan penuh menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Meski banyak warga melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman, layanan pemadam kebakaran di Kota Pahlawan dipastikan tetap beroperasi normal selama masa libur panjang tersebut.

Pemerintah Kota Surabaya melalui DPKP menegaskan bahwa seluruh personel tetap menjalankan tugas seperti biasa. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi kedaruratan yang bisa terjadi saat sebagian rumah warga ditinggalkan pemiliknya selama mudik Lebaran.

Petugas Damkar Surabaya Tetap Siaga

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem kesiapsiagaan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Menurutnya, seluruh petugas pemadam kebakaran tetap disiagakan selama masa libur Lebaran.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena layanan tanggap darurat tetap aktif selama 24 jam. Jika terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya, warga dapat segera menghubungi layanan darurat 112 agar petugas dapat langsung menuju lokasi kejadian.

Dengan sistem tersebut, tim Damkar Surabaya diharapkan mampu memberikan respons cepat apabila terjadi insiden yang membutuhkan penanganan segera. Kesiapan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk menjaga keamanan warga selama periode libur panjang.

Warga Diimbau Periksa Instalasi Listrik Sebelum Mudik

Selain menyiapkan personel, DPKP Surabaya juga mengingatkan masyarakat yang berencana mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah instalasi listrik di dalam rumah.

Laksita Rini menyarankan agar seluruh perangkat listrik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari sumber listrik. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran saat rumah dalam keadaan kosong.

Ia juga menyarankan agar lampu yang tetap dinyalakan cukup lampu teras saja. Jika memungkinkan, warga dianjurkan menggunakan lampu otomatis yang dapat menyala saat malam hari untuk membantu menjaga keamanan rumah yang ditinggalkan.

Menurutnya, kebiasaan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum bepergian jauh dapat menjadi langkah pencegahan penting. Hal tersebut sangat relevan terutama ketika banyak rumah kosong selama musim mudik Surabaya.

Perhatikan Keamanan Instalasi Gas Rumah Tangga

Tidak hanya listrik, DPKP Surabaya juga mengingatkan warga untuk memperhatikan instalasi gas di rumah sebelum meninggalkan tempat tinggal. Tabung LPG sebaiknya dilepas dari regulator untuk menghindari risiko kebocoran gas yang bisa memicu kebakaran.

Bagi rumah yang menggunakan jaringan gas rumah tangga seperti PGN, warga juga dianjurkan mematikan aliran gas sementara waktu selama rumah ditinggalkan. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap potensi bahaya yang tidak diinginkan.

Berdasarkan evaluasi dari sejumlah kejadian pada tahun-tahun sebelumnya, kebakaran saat musim mudik sering kali dipicu oleh kelalaian penghuni rumah. Beberapa kasus terjadi karena perangkat listrik yang masih tersambung atau tabung LPG yang tidak dilepas sebelum pemilik rumah pergi.

Selain itu, kondisi rumah yang kosong juga berpotensi mengalami gangguan dari hewan seperti tikus yang bisa merusak atau menyenggol instalasi listrik. Karena itu, masyarakat diimbau melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum berangkat mudik.

Damkar Juga Siap Tangani Berbagai Kedaruratan

Laksita Rini menambahkan bahwa Damkar Surabaya tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya. Petugas juga siap memberikan bantuan evakuasi maupun penyelamatan jika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Dengan kesiapsiagaan yang telah disiapkan, DPKP berharap masyarakat dapat menjalani libur Lebaran dengan lebih tenang. Persiapan yang matang diharapkan mampu meminimalkan risiko kejadian yang membahayakan keselamatan warga.

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan agar berhati-hati dalam menggunakan petasan maupun kembang api selama perayaan hari raya. Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan bahaya, terutama jika dimainkan di lingkungan permukiman padat.

Laksita Rini mengingatkan bahwa petasan yang dilempar atau dimainkan sembarangan memiliki risiko tinggi karena arah jatuhnya tidak dapat diprediksi. Hal yang sama juga berlaku untuk penggunaan kembang api yang harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Melalui berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat merayakan momen Idulfitri dengan aman. Dengan dukungan kesiapsiagaan petugas Damkar Surabaya serta kesadaran warga dalam menjaga keamanan rumah, potensi kejadian darurat diharapkan dapat diminimalkan selama masa libur Lebaran.

Belum ada komentar