Malang – Kejuaraan Pencak Silat Dandepohar 30 CUP 2026 resmi dibuka di gelanggang pencak silat Gedung Cakrawala Lanud Abd Saleh, Malang, Sabtu (11/4/2026). Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh semangat, diwarnai nuansa kebersamaan antar pesilat dari berbagai daerah.
Ajang ini digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 TNI Angkatan Udara. Tidak hanya sebagai kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian nilai-nilai budaya bangsa melalui olahraga pencak silat.
Komandan Depo Pemeliharaan 30, Kolonel Tek Yani Prasetyo, S.T., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa pencak silat memiliki makna lebih dari sekadar olahraga bela diri.
Ia menyebut, pencak silat merupakan jati diri bangsa Indonesia yang telah diakui dunia melalui UNESCO. Nilai-nilai etika, seni, hingga filosofi kehidupan terkandung dalam setiap gerakan dan jurus yang diajarkan kepada para pesilat.
Kejuaraan ini juga menjadi sarana pembinaan generasi muda agar tidak hanya unggul secara teknik dan fisik, tetapi juga memiliki karakter ksatria.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan antar pesilat dan perguruan dari berbagai daerah di Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS., Danbrigade 472 Yon Parako Pasgat Kolonel Pas Abdul Fajar, Kepala RSAU dr. M. Moenir Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Kes dr. Heru Wishnu M., Sp.An., M.Kes., serta sejumlah pejabat lainnya.
Selain itu, hadir pula Ketua Harian IPSI Kabupaten Malang Bintal Yudiana Parso Andianto, Kadispora Kabupaten Malang, Ketua KONI Kabupaten Malang, serta total 198 peserta dari 28 kontingen.
Dikutip dari Dispenau, selama kejuaraan berlangsung, para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dengan penuh semangat dan sportivitas tinggi.
Pada akhir kompetisi, Muhammad Rizal Alfianto dari kontingen Falcon dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putra. Sementara itu, Nadya Rahmadhani dari kontingen yang sama meraih gelar Pesilat Terbaik Putri.
Untuk klasemen akhir, kontingen Falcon berhasil meraih Juara Umum III, disusul Lanud Manuhua sebagai Juara Umum II, dan Sanggor HAT Pencak Silat Anak Indonesia keluar sebagai Juara Umum I.
Kejuaraan ini menjadi bukti bahwa pencak silat tidak hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan sportivitas di antara para pesilat.











Belum ada komentar