Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memprioritaskan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) setelah terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) untuk kelompok usia dewasa.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi tertular.
Sasaran prioritas meliputi lebih dari 39 ribu tenaga medis dan sekitar 223 ribu tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi. Selain itu, vaksinasi juga akan diberikan kepada lebih dari 28 ribu dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship di seluruh Indonesia.
Secara keseluruhan, kebutuhan vaksin untuk kelompok prioritas dewasa ini diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis.
Rizka memastikan bahwa ketersediaan vaksin dalam negeri sangat mencukupi. Hingga pekan ke-13 tahun 2026, stok vaksin MR tercatat mencapai 9,8 juta dosis yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama lebih dari lima bulan ke depan.
Ia juga menjelaskan bahwa distribusi dan ketersediaan vaksin dipantau secara real-time melalui sistem SMILE yang terintegrasi dengan platform Satu Sehat Logistik, sehingga pemerintah dapat memastikan distribusi vaksin berjalan optimal hingga tingkat fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa izin perluasan indikasi telah diberikan untuk sejumlah jenis vaksin, termasuk MR, MMR, dan vaksin campak tunggal.
Vaksin tersebut diproduksi oleh beberapa perusahaan, antara lain Bio Farma bersama Serum Institute of India, serta produsen global seperti GlaxoSmithKline dan Merck Sharp Dohme.
Menurut Taruna, persetujuan ini telah melalui kajian ilmiah yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin bagi masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Rizka mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak sesuai jadwal, tanpa menunggu terjadinya wabah.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit campak sekaligus memperkuat sistem perlindungan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.




Belum ada komentar