KRI Tatihu-853 Salurkan Bantuan Korban Banjir di Halmahera

KRI Tatihu-853 Salurkan Bantuan Korban Banjir di Halmahera
ejatimnews.com,

KRI Tatihu-853 yang tergabung dalam Operasi Kamla 2026 di bawah kendali Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III berperan aktif membantu penanganan banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Dukungan Kemanusiaan dari Unsur TNI AL

Dalam mendukung upaya kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana, TNI Angkatan Laut melalui KRI Tatihu-853 melaksanakan pendistribusian bahan kontak berupa bantuan logistik. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang terdampak banjir bandang sebagai bagian dari dukungan nyata unsur laut dalam membantu penanganan darurat bencana.

Bahan kontak yang disalurkan berasal dari Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIV serta Pemerintah Kabupaten Sorong. Sinergi ini menunjukkan kepedulian antarinstansi dalam membantu korban bencana alam melalui dukungan logistik yang dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak.

Distribusi Bantuan di Pelabuhan Tobelo

Proses pendistribusian bantuan dilaksanakan di Pelabuhan Tobelo pada Rabu (28/01/2026). Bantuan tersebut diterima langsung oleh pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat sebelum selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah terdampak banjir bandang.

Kehadiran unsur laut dalam proses distribusi ini diharapkan mempercepat penyaluran bantuan sehingga kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi di tengah situasi darurat pascabencana.

Bagian dari Tugas OMSP TNI AL

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI AL, khususnya Koarmada III, dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Salah satu bentuk pelaksanaan OMSP adalah dukungan kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui keterlibatan KRI Tatihu-853 dalam Operasi Kamla 2026, distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah Halmahera dapat berjalan lebih efektif. Kehadiran kapal perang tersebut juga diharapkan meringankan beban masyarakat terdampak banjir bandang sekaligus mempercepat proses penanganan darurat di lapangan.

Belum ada komentar