Lowongan Kerja Surabaya 2026 Capai Prioritas KTP Surabaya

Lowongan Kerja Surabaya 2026 Capai Prioritas KTP Surabaya
ejatimnews.com,

Pemerintah Kota Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada warga lokal, khususnya pemilik KTP Surabaya. Upaya ini dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari kolaborasi dengan sektor industri hingga pembukaan peluang kerja dan penguatan ekspor.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeca). Melalui kerja sama ini, warga Surabaya diharapkan dapat mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan rantai pasok industri tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan bahan seperti sayur dan komoditas lainnya kini telah difasilitasi melalui nota kesepahaman (MoU) dengan pelaku usaha Horeca. Pemerintah kota juga akan memberikan pelatihan dan dukungan kepada generasi muda agar mampu mengisi peluang tersebut.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menghadirkan Surabaya Job Fair dengan menyediakan lebih dari 1.000 lowongan kerja. Menariknya, sebagian peluang tersebut berkaitan dengan sektor ekspor, sehingga membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam pasar internasional.

Menurut Eri, kebutuhan tenaga kerja di sektor ekspor masih cukup tinggi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan generasi muda dinilai menjadi kunci dalam memenuhi permintaan tersebut.

Meski membuka peluang luas, ia menegaskan bahwa prioritas tetap diberikan kepada warga ber-KTP Surabaya, terutama yang telah lama berdomisili. Kebijakan ini diambil untuk memastikan masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi kota.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan strategi komprehensif untuk menekan angka pengangguran melalui penguatan sektor industri.

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival yang mengintegrasikan peningkatan ekspor dengan penciptaan lapangan kerja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa peningkatan ekspor akan berdampak langsung pada kebutuhan produksi dan tenaga kerja.

Ia menyebutkan bahwa banyak produk lokal sebenarnya telah siap ekspor, namun masih perlu penguatan dalam aspek kemasan dan kemampuan komunikasi, termasuk bahasa Inggris.

Rangkaian utama SIL Festival dijadwalkan berlangsung pada 7–8 April 2026, dengan agenda utama berupa job fair dan forum ekspor. Lebih dari 1.000 lowongan kerja disiapkan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.

Proses wawancara akan dilaksanakan di Balai Pemuda pada 7 April dan dilanjutkan di Grand City pada 8 April bagi peserta yang lolos tahap awal.

Dalam forum ekspor, pelaku industri akan dipertemukan dengan pembeli dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Pakistan, Oman, Hong Kong, dan Singapura.

Melalui langkah ini, Pemkot Surabaya berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Belum ada komentar