Museum Majapahit, Jejak Kejayaan Nusantara dan Peradaban Besar di Mojokerto

Museum Majapahit, Jejak Kejayaan Nusantara dan Peradaban Besar di Mojokerto
ejatimnews.com,

Museum Majapahit merupakan salah satu destinasi wisata sejarah penting di Indonesia yang menyimpan berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit. Secara administratif, museum ini berlokasi di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Lokasinya cukup strategis, sekitar 12 kilometer di sebelah barat Kota Mojokerto dan 55 kilometer dari Surabaya. Museum ini berdiri di atas lahan seluas lebih dari 54 ribu meter persegi yang mencakup bangunan museum serta situs pemukiman kuno peninggalan Majapahit.

Bangunan utama museum terdiri dari dua lantai. Lantai bawah difungsikan sebagai ruang pamer koleksi, sementara lantai atas digunakan sebagai ruang penyimpanan (storage) dan kantor pengelola.

Di ruang pamer utama, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bersejarah seperti arca berbahan batu, terakota, dan logam, peralatan rumah tangga kuno dari keramik dan terakota, serta replika relief yang menceritakan kisah Panji.

Selain itu, di sisi barat terdapat empat bangunan pendopo yang berfungsi sebagai ruang pamer semi terbuka. Di area ini dipamerkan koleksi batu seperti Arca Camundi, Arca Garuda Wisnukencana, Arca Garuda, hingga relief Samudramantana, serta rekonstruksi rumah khas masa Majapahit.

Secara historis, keberadaan Museum Majapahit tidak lepas dari peran R.A.A. Kromodjojo Adinegoro bersama arsitek Belanda, Henry Maclaine Pont, yang pada tahun 1924 mendirikan Oudheeidkundige Vereeneging Majapahit (OVM). Organisasi ini berfokus pada penelitian dan pengumpulan artefak peninggalan Majapahit di kawasan Trowulan.

Seiring waktu, koleksi artefak terus bertambah dari hasil penelitian, penggalian, hingga temuan masyarakat. Pada 1926, dibangun tempat penyimpanan koleksi yang kemudian berkembang menjadi pusat pelestarian benda bersejarah.

Perjalanan museum ini sempat mengalami dinamika, terutama pada masa pendudukan Jepang ketika pengelolaan artefak berpindah-pindah. Hingga akhirnya, pengelolaan berada di bawah pemerintah melalui berbagai perubahan lembaga, termasuk menjadi Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur.

Pada tahun 1987, dibangun Balai Penyelamatan Arca di kawasan Trowulan yang kemudian menjadi cikal bakal Museum Majapahit saat ini. Koleksi artefak secara bertahap dipindahkan ke lokasi tersebut, termasuk koleksi milik R.A.A. Kromodjojo Adinegoro pada 1999.

Awalnya, tempat ini dikenal sebagai “Museum Trowulan” oleh masyarakat. Seiring meningkatnya minat pengunjung, lokasi ini dikembangkan menjadi pusat informasi Majapahit dan destinasi edukasi sejarah.

Akhirnya, pada 10 Juni 2025, pemerintah secara resmi menetapkan tempat ini sebagai Museum Majapahit di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya.

Informasi :

Lokasi

  • Jalan Pendopo Agung, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Jam Buka

  • Senin : 08.00-17.00
  • Selasa : 08.00-17.00
  • Rabu : 08.00-17.00
  • Kamis : 08.00-17.00
  • Jumat : 08.00-17.00
  • Sabtu : 08.00-17.00
  • Minggu : 08.00-17.00

Kini, Museum Majapahit tidak hanya menjadi pusat pelestarian sejarah, tetapi juga destinasi wisata edukatif yang menarik bagi pelajar, peneliti, hingga wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Belum ada komentar