Pemkot Surabaya Ajak Warga Jaga Toleransi Saat Nyepi dan Lebaran

Pemkot Surabaya Ajak Warga Jaga Toleransi Saat Nyepi dan Lebaran
ejatimnews.com,

Pemerintah Kota Surabaya mengajak masyarakat untuk memperkuat sikap toleransi menjelang dua momentum besar keagamaan yang berlangsung berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi 2026 dan Idulfitri 1446 Hijriah.

Imbauan ini disampaikan guna menjaga keharmonisan antarumat beragama di Kota Pahlawan.

Di tengah suasana Ramadan yang segera memasuki puncaknya, warga diharapkan tetap menjaga ketenangan lingkungan, terutama di wilayah yang memiliki keberagaman tempat ibadah.

Hal ini menjadi penting agar setiap umat dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman dan khusyuk.

Imbauan Penyesuaian Takbiran di Sekitar Pura

Wali Kota Surabaya menekankan perlunya penyesuaian dalam pelaksanaan malam takbiran, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan pura. Ia meminta agar kegiatan takbir tidak dilakukan secara keliling di area tersebut.

Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk menghormati umat Hindu yang tengah menjalani rangkaian ibadah Nyepi yang identik dengan suasana hening.

Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam merayakan malam takbiran di wilayah yang sensitif secara sosial.

Imbauan ini menjadi bagian dari penguatan nilai toleransi umat beragama yang selama ini terus dijaga di Surabaya.

Pengeras Suara Diminta Tidak Digunakan di Luar

Selain membatasi kegiatan takbir keliling di sekitar pura, pemerintah kota juga mengingatkan pengelola masjid dan musala agar tidak menggunakan pengeras suara luar jika lokasi tempat ibadah berdekatan dengan pura.

Takbir tetap diperbolehkan, namun penggunaannya cukup dilakukan di dalam masjid atau musala tanpa mengganggu lingkungan sekitar.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara perayaan Idulfitri dan penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi.

Langkah ini juga menjadi bentuk konkret kepedulian terhadap harmoni sosial, sekaligus memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai kerukunan umat.

Komitmen Jaga Harmoni di Kota Surabaya

Pemkot Surabaya menilai bahwa momen berdekatan antara dua hari besar keagamaan ini menjadi ujian sekaligus peluang untuk memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.

Semangat gotong royong dan saling menghormati dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga suasana kondusif di kota. Pemerintah berharap seluruh warga dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Kebijakan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan yang mengedepankan toleransi dan saling pengertian antarumat beragama.

Peran Tokoh Masyarakat Sangat Dibutuhkan

Untuk memastikan imbauan ini berjalan efektif, pemerintah kota juga melibatkan tokoh agama serta tokoh masyarakat di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Mereka diharapkan dapat membantu menyosialisasikan serta memantau pelaksanaan imbauan di lingkungan masing-masing.

Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan dijalankan secara bersama-sama.

Selain itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat juga diharapkan mampu menjaga suasana kondusif selama perayaan hari besar keagamaan berlangsung, termasuk dalam momentum Nyepi dan Idulfitri.

Ajakan Jaga Kebersamaan dan Kedamaian

Pemerintah Kota Surabaya mengajak seluruh warga untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati di tengah keberagaman.

Momentum ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara harmonis.

Dengan kesadaran bersama, masyarakat diyakini mampu menciptakan suasana kota yang sejuk, damai, dan penuh toleransi, sehingga setiap umat dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang tanpa gangguan.

Melalui imbauan ini, Pemkot Surabaya berharap keharmonisan yang telah terjaga selama ini dapat terus dipertahankan, khususnya dalam menghadapi momen penting keagamaan yang berlangsung secara bersamaan.

Belum ada komentar