Pemerintah Kota Surabaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah secara serentak di seluruh kecamatan sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Maret 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Surabaya berupaya memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau, sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Program ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di halaman Kantor Kelurahan Karah pada Rabu (11/3/2026). Dari lokasi tersebut, kegiatan pasar murah dilaksanakan secara serentak di 31 kecamatan di Kota Surabaya.
Wali Kota Eri menyampaikan bahwa stabilitas harga pangan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan.
Upaya Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Menurut Eri Cahyadi, Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah digelar untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Ia mengungkapkan bahwa program ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog yang turut membantu penyediaan komoditas pangan bagi masyarakat.
“Kami bersyukur hari ini Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah dapat dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan di Surabaya. Terima kasih juga kepada Bulog yang telah membantu mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan, terlebih di tengah situasi global yang dinilai tidak menentu. Kondisi geopolitik dunia, menurutnya, dapat memengaruhi sektor ekonomi dan distribusi pangan.
Karena itu, melalui program ini Pemkot Surabaya ingin memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga menyambut Idulfitri dengan kondisi harga pangan yang tetap terkendali.
Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat selama bulan puasa.
Ribuan Ton Komoditas Pangan Disiapkan
Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini, Pemkot Surabaya menyediakan berbagai komoditas pangan pokok dalam jumlah besar. Sejumlah bahan pokok yang disiapkan antara lain beras SPHP sebanyak 20.100 kilogram atau sekitar 4.020 sak.
Selain itu, tersedia pula beras premium sebanyak 17.240 kilogram atau sekitar 3.448 sak. Untuk kebutuhan minyak goreng, pemerintah menyiapkan Minyakita sebanyak 8.640 liter serta minyak goreng kemasan lainnya sekitar 4.506 liter.
Kebutuhan pangan lain yang juga disediakan antara lain gula pasir sebanyak 18.221 kilogram, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, serta bawang putih masing-masing sekitar 1.340 pack.
Selain komoditas tersebut, masyarakat juga dapat membeli telur ayam dan daging ayam yang dijual dengan harga relatif lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar.
Menurut Eri Cahyadi, beberapa komoditas seperti beras, telur, dan minyak goreng menjadi produk yang paling banyak diminati masyarakat karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari, terutama saat sahur dan berbuka puasa.
Program ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan di Surabaya sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang berpotensi memicu inflasi.
Dorong Ketahanan Pangan dari Rumah Tangga
Selain menghadirkan pasar murah, Wali Kota Eri juga mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan kecil di rumah guna menanam tanaman pangan sederhana, seperti cabai atau sayuran.
Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar.
Ia menilai jika setiap rumah tangga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka tekanan terhadap harga pangan di pasar dapat berkurang.
Langkah tersebut juga dinilai menjadi salah satu strategi jangka panjang dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan menekan laju inflasi.
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Kolaborasi Pemkot dan Pelaku Usaha
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa program pasar murah ini merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Ia menegaskan bahwa seluruh komoditas yang dijual dalam kegiatan ini dipastikan memiliki harga lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap stabilitas harga pangan di Surabaya dapat terjaga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan berbagai perangkat daerah serta pelaku usaha.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan memastikan masyarakat Surabaya dapat memperoleh bahan pangan yang aman dan terjangkau selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Harga Bahan Pokok Lebih Murah dari Pasaran
Dalam gelaran pasar murah di halaman Kantor Kelurahan Karah, sejumlah komoditas dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Misalnya beras SPHP kemasan lima kilogram dijual seharga Rp58.000.
Selain itu terdapat beras Yarice atau Makyut kemasan lima kilogram seharga Rp74.500, serta beras Warok kemasan tiga kilogram yang dijual dengan harga Rp44.500.
Untuk kebutuhan lain, tersedia gula Nusa Kita seharga Rp17.000 per kemasan dan minyak goreng Moorah kemasan 700 mililiter yang dijual Rp16.000 per botol.
Koperasi pegawai di lingkungan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Surabaya juga turut meramaikan pasar murah dengan menyediakan Minyakita sebanyak 1.200 liter dengan harga Rp15.000 per liter.
Selain bahan pokok, tersedia pula berbagai produk pangan lain seperti daging sapi, ayam, telur, hingga berbagai produk frozen food yang disediakan oleh PD Rumah Potong Hewan dan sejumlah produsen pangan.
Beragam produk UMKM juga ikut meramaikan kegiatan ini, mulai dari olahan ikan, telur asin, keripik, hingga sambal mangrove yang dijual oleh pelaku usaha lokal.
Informasi mengenai pelaksanaan pasar murah ini juga disebarluaskan melalui berbagai kanal resmi pemerintah kota, termasuk media sosial serta jaringan camat dan lurah di setiap wilayah.
Antiek memastikan ketersediaan stok bahan pangan di Surabaya saat ini masih dalam kondisi aman. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan.
“Kami memastikan stok pangan di Surabaya cukup. Namun masyarakat diharapkan membeli secukupnya agar semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan komoditas dengan harga terjangkau,” pungkasnya.
















Belum ada komentar