Pemkot Surabaya Gelar Puspaga 2026, Orang Tua Harus Melek Digital

Pemkot Surabaya Gelar Puspaga 2026, Orang Tua Harus Melek Digital
ejatimnews.com,

Pemerintah Kota Surabaya menggelar Sosialisasi dan Gelar Wicara Puspaga 2026 dengan tema “Membangun Ruang Digital yang Aman untuk Anak”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Convention Hall Jalan Arief Rahman Hakim Surabaya, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional terkait perlindungan anak di ruang digital, sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah tentang tata kelola sistem elektronik untuk perlindungan anak.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya menggandeng berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, aparat kepolisian, hingga lembaga terkait lainnya guna memperkuat sinergi lintas sektor.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa langkah pembatasan penggunaan media sosial bagi anak yang diterapkan pemerintah pusat sejalan dengan kebijakan yang telah dijalankan di Surabaya sebelumnya.

Ia menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Menurutnya, perbedaan tingkat pemahaman teknologi antara orang tua dan anak dapat memicu risiko, terutama jika anak mengakses konten yang tidak sesuai.

Karena itu, ia menyambut baik kebijakan pembatasan usia penggunaan media sosial yang kini mulai diterapkan secara nasional.

Untuk memperkuat implementasi kebijakan tersebut, Pemkot Surabaya melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi non-pemerintah (NGO), sekolah, hingga perguruan tinggi yang akan bersinergi hingga tingkat rukun warga (RW).

Menurutnya, pembangunan kota, termasuk dalam menciptakan ruang digital yang aman, merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai perlindungan anak di ruang digital.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peran aktif satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah digital.

Ia menekankan pentingnya kesadaran terhadap berbagai risiko penggunaan teknologi, termasuk artificial intelligence, seperti ancaman terhadap integritas akademik, cyberbullying, hingga paparan konten negatif.

Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melindungi anak dari berbagai risiko di dunia digital, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan.

Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 5.489 orang, baik secara langsung maupun daring, yang berasal dari berbagai unsur pendidikan dan komunitas anak di Surabaya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pula deklarasi komitmen oleh kepala sekolah dan pelajar untuk mewujudkan Sekolah Ramah Digital di Kota Surabaya.

Selain itu, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, termasuk akademisi, aparat penegak hukum, psikolog, hingga pakar teknologi informasi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Surabaya berharap tercipta lingkungan digital yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di era teknologi.

Belum ada komentar