Pemkot Surabaya Perkuat Ekonomi Kreatif dan Wisata Kota

Pemkot Surabaya Perkuat Ekonomi Kreatif dan Wisata Kota
ejatimnews.com,

Perekonomian Kota Surabaya menunjukkan kinerja yang tetap tangguh sepanjang tahun 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat pertumbuhan ekonomi kota mencapai 5,87 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 5,76 persen.

Capaian tersebut menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi di Kota Pahlawan masih bergerak stabil meski di tengah dinamika perekonomian nasional dan tantangan global. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya juga mengalami peningkatan signifikan yang menandakan geliat perdagangan, investasi, serta konsumsi masyarakat tetap terjaga.

Berdasarkan rilis BPS pada 27 Februari 2026, nilai PDRB Kota Surabaya pada 2025 mencapai Rp830,54 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp513,94 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Angka tersebut menunjukkan kontribusi besar Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi penting di Jawa Timur.

Fondasi Ekonomi Kota Dinilai Tetap Kuat

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut mencerminkan fondasi ekonomi kota yang cukup solid. Menurutnya, stabilitas ekonomi Surabaya tidak lepas dari peran berbagai sektor usaha serta keterlibatan masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah kota terus berupaya memperkuat berbagai sektor ekonomi lokal agar pertumbuhan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Salah satu fokus utama adalah pengembangan ekonomi kreatif serta pemberdayaan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi masa depan.

Eri menyebut, pemerintah juga mendorong pengembangan berbagai destinasi wisata perkotaan yang mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor konvensional.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Kota Surabaya cukup kuat. Ke depan kami akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan wisata kota,” ujar Eri.

Sektor Perdagangan Masih Mendominasi

Dari sisi struktur ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi kontributor utama bagi perekonomian kota. Aktivitas perdagangan termasuk reparasi mobil dan sepeda motor tercatat menyumbang sekitar 26,97 persen terhadap total perekonomian Surabaya.

Kontribusi besar tersebut menunjukkan bahwa Surabaya masih berperan sebagai pusat distribusi barang dan jasa di wilayah Jawa Timur. Aktivitas perdagangan yang tinggi juga berkaitan erat dengan posisi strategis kota sebagai hub logistik dan bisnis di kawasan timur Indonesia.

Selain perdagangan, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 19,59 persen terhadap perekonomian kota. Sektor ini menjadi salah satu pilar penting yang mendorong nilai tambah ekonomi melalui kegiatan produksi dan manufaktur.

Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum turut memberikan sumbangan signifikan sebesar 16,71 persen. Sektor ini berkembang pesat seiring meningkatnya aktivitas pariwisata, bisnis, serta mobilitas masyarakat di Kota Surabaya.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama perekonomian dengan kontribusi mencapai 59,97 persen. Angka tersebut menunjukkan daya beli masyarakat Surabaya relatif stabil dan mampu menopang aktivitas ekonomi secara luas.

Di sisi lain, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi menyumbang sekitar 27,25 persen terhadap perekonomian. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan peran investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kota.

Program Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pemuda

Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menyampaikan bahwa pemerintah kota akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program pembangunan strategis.

Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah penyusunan basis data pelaku ekonomi kreatif di Surabaya. Database tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan, pemberian fasilitas program, serta penguatan jejaring usaha bagi para pelaku ekonomi kreatif di kota ini.

Pemerintah kota juga mendorong pemberdayaan generasi muda melalui program dukungan kegiatan pemuda yang dialokasikan sebesar Rp5 juta untuk setiap RW. Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak-anak muda untuk mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan kampung.

Kegiatan yang didorong tidak hanya sebatas aktivitas sosial, tetapi juga mencakup kegiatan kreatif, kewirausahaan, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pengembangan Wisata Kota dan Kampung Tematik

Selain ekonomi kreatif dan pemberdayaan pemuda, Pemkot Surabaya juga memperkuat pengembangan sektor pariwisata Surabaya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penataan kawasan strategis kota agar dapat menjadi ruang aktivitas ekonomi baru.

Salah satu kawasan yang sedang dikembangkan adalah area eks Taman Hiburan Rakyat (THR). Kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan kegiatan seni, budaya, serta kuliner masyarakat.

Pemerintah kota juga terus mendorong pengembangan kampung tematik dan konsep urban tourism yang memanfaatkan potensi lokal masyarakat. Kampung-kampung di Surabaya diharapkan tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata berbasis komunitas.

Program seperti Kampung Pancasila juga menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal. Melalui konsep tersebut, nilai sejarah, budaya, serta semangat kebangsaan diintegrasikan dengan kreativitas warga dalam mengembangkan potensi ekonomi di lingkungan kampung.

Dengan berbagai program tersebut, Pemkot Surabaya berharap pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah kota optimistis bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat akan semakin memperkuat ekosistem ekonomi kota. Selain membuka peluang usaha baru, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja bagi warga Surabaya di masa mendatang.

Belum ada komentar