RPK Viaduct Gubeng Catat Omzet Rp725 Juta Sepanjang 2025

RPK Viaduct Gubeng Catat Omzet Rp725 Juta Sepanjang 2025
ejatimnews.com,

Rumah Padat Karya (RPK) Viaduct by Gubeng terus menunjukkan peranannya sebagai ruang pemberdayaan ekonomi berkelanjutan di Surabaya. Sepanjang 2025, fasilitas yang berada di Jalan Nias Nomor 110, Kecamatan Gubeng, mencatat total omzet sebesar Rp725.629.834.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa konsep rumah padat karya tidak hanya berfungsi sebagai program sosial, tetapi juga berkembang menjadi unit usaha yang kompetitif.

Berkembang Sejak Diresmikan 2022

RPK Viaduct diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada 2022. Memasuki tahun keempat operasional, lokasi seluas 857 meter persegi ini tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan komunitas yang inklusif.

Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo, menyebut pencapaian omzet tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk keluarga miskin dan pelaku UMKM lokal.

“Ini buah kerja keras bersama. Kami terus mengukur kemampuan sekaligus memberikan pembekalan kepada keluarga miskin dan pelaku UMKM di Kecamatan Gubeng,” ujarnya.

Rangkul Lebih dari 60 UMKM

Saat ini, RPK Viaduct menaungi lebih dari 60 pelaku UMKM. Sebagian berjualan langsung di lokasi, sementara lainnya menitipkan produk. Pengelolaan operasional didampingi tenaga profesional, mulai dari pengolahan makanan dan minuman hingga manajemen media sosial.

Evaluasi rutin dilakukan, mencakup kualitas produk, standarisasi rasa, tampilan kemasan, serta pembentukan mentalitas kerja.

Strategi Berbasis Komunitas

Di tengah banyaknya kafe di kawasan Jalan Nias, Biliton, dan Sumatera, pengelola RPK Viaduct memilih membangun basis pelanggan melalui aktivitas komunitas.

Pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga profesional rutin berkegiatan di lokasi, sehingga pergerakan ekonomi tumbuh secara organik.

Ruang Multifungsi untuk Publik

RPK Viaduct diproyeksikan menjadi ruang publik multifungsi bagi berbagai kalangan. Tempat ini dimanfaatkan untuk diskusi, olahraga seperti basket dan catur, hingga kegiatan seni seperti membatik.

Marketing Communication RPK Viaduct by Gubeng, Fredy Yunarto Sakti Wibowo, menjelaskan fasilitas ini beroperasi sejak 8 Mei 2022 dengan misi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan UMKM.

Stabilitas Pendapatan dan Aktivitas Komunitas

Sepanjang 2025, Viaduct mencatat omzet Rp725.629.834 dengan pendapatan bulanan stabil hingga sekitar Rp50 juta. Pertumbuhan ini didukung perubahan konsep menjadi pusat aktivitas kreatif sejak 2023.

Beragam kegiatan komunitas rutin digelar, mulai dari kelas catur bersama Persatuan Catur Indonesia, pelatihan membatik, hingga kerajinan tangan. Fasilitas lapangan basket gratis dan paket reservasi pertemuan terjangkau turut memperkuat daya tarik.

Setiap bulan, RPK Viaduct mampu mengakomodasi 10 hingga 30 agenda komunitas, menggerakkan ekonomi UMKM serta tenaga kerja MBR dengan dukungan delapan staf operasional.

Capaian ini dinilai menjadi bukti sinergi antara kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dan semangat kewirausahaan warga dalam membangun ekosistem bisnis berkelanjutan.

Belum ada komentar