Volume sampah nasional di Indonesia kini mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni sekitar 141 ribu ton per hari. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis dalam pengelolaan sampah secara lebih efektif.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa salah satu solusi utama yang disiapkan adalah pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) di berbagai daerah.
Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan proyek WtE hadir di 72 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Sebanyak 72 kabupaten/kota akan berkontribusi mengurangi sampah hingga kurang lebih 4 ribu ton per hari,” ujar Hanif saat ditemui di Jambi, Sabtu (11/4/2026), dikutip dari KOMPAS.com.
Meski demikian, proyek WtE belum mampu menangani seluruh volume sampah nasional. Dari total 141 ribu ton per hari, sekitar 100 ribu ton lainnya akan ditangani melalui metode alternatif yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai pendekatan, mulai dari refuse-derived fuel (RDF), biodigester, hingga sistem pengelolaan sampah berbasis lokal yang telah dikalibrasi oleh kementerian terkait.
Menurut Hanif, pendekatan ini penting agar penanganan sampah lebih fleksibel dan sesuai dengan karakteristik wilayah, baik dari segi demografi maupun jenis sampah yang dihasilkan.
Selain pengolahan, pemerintah juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Ia menilai, sampah yang dipilah memiliki nilai ekonomi, sementara sampah yang tercampur justru menjadi beban lingkungan.
Saat ini, tingkat pengelolaan sampah nasional baru mencapai sekitar 26 persen. Angka tersebut masih jauh dari target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menargetkan 63,41 persen pada tahun 2026.
Pemerintah juga berkomitmen untuk menghentikan praktik pembuangan sampah secara terbuka (open dumping) di seluruh Indonesia paling lambat Agustus 2026.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap sistem pengelolaan sampah di Indonesia dapat menjadi lebih modern, berkelanjutan, serta mampu mengurangi dampak lingkungan secara signifikan.








Belum ada komentar