Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya memperluas jangkauan layanan transportasi publik guna mendukung mobilitas masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk menghadirkan fasilitas transportasi yang lebih terintegrasi dengan kawasan kampus.
Rencana tersebut muncul seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan transportasi umum di Kota Pahlawan. Selain untuk memudahkan mobilitas warga, pengembangan ini juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa yang setiap hari beraktivitas di berbagai kawasan pendidikan di Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemerintah kota saat ini membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, salah satunya melalui pembangunan halte transportasi publik yang berada di sekitar atau terhubung langsung dengan area kampus.
Kolaborasi dengan Kampus untuk Transportasi Publik
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap transportasi umum menjadi salah satu alasan pemerintah kota terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan tersebut.
Menurutnya, kerja sama dengan perguruan tinggi dapat menjadi solusi untuk memperluas jangkauan transportasi publik sekaligus mempermudah akses mahasiswa menuju kampus.
“Peminatnya cukup tinggi. Karena itu kami juga melihat kemungkinan adanya kerja sama dengan kampus-kampus, misalnya dalam pembangunan halte,” kata Eri, Rabu (11/3/2026).
Melalui skema kolaborasi ini, Pemkot Surabaya berharap fasilitas transportasi dapat lebih terintegrasi dengan kawasan pendidikan sehingga mahasiswa tidak lagi mengalami kesulitan dalam menjangkau kampus.
Upaya ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem transportasi publik yang lebih ramah bagi semua lapisan masyarakat.
Uji Coba Rute Menuju Kawasan Kampus
Wali Kota Eri mengungkapkan bahwa layanan transportasi yang menjangkau kawasan kampus sebenarnya sudah mulai diuji coba. Salah satu contoh rute yang pernah dicoba adalah jalur yang menghubungkan kawasan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) dengan sejumlah titik tertentu di Surabaya.
Meski demikian, cakupan rute tersebut masih terbatas dan belum menjangkau seluruh kawasan pendidikan di kota ini. Karena itu, pemerintah kota akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan rute yang tersedia benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Untuk kampus sebenarnya sudah mulai dicoba, misalnya dari UPN sampai titik tertentu, meskipun belum semuanya. Nanti akan kami lihat lagi rute-rute tersebut,” ujarnya.
Evaluasi rute ini dilakukan agar layanan transportasi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya mahasiswa yang setiap hari melakukan perjalanan menuju kampus.
Langkah ini juga berkaitan dengan pengembangan layanan transportasi Surabaya yang lebih efektif dan mudah diakses.
Dukung Mobilitas Mahasiswa
Pemkot Surabaya menilai bahwa pengembangan transportasi publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas warga secara umum, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas mahasiswa.
Dengan adanya transportasi publik yang terintegrasi dengan kawasan kampus, mahasiswa diharapkan dapat lebih mudah melakukan perjalanan dari tempat tinggal atau kos menuju kampus, maupun sebaliknya.
Selain itu, kehadiran transportasi publik yang nyaman dan mudah dijangkau juga dapat membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di kalangan mahasiswa.
Jika penggunaan transportasi umum meningkat, maka potensi kemacetan di kawasan pendidikan juga dapat ditekan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah kota dalam mendorong penggunaan mobilitas perkotaan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pengaturan Rute Masih Dikaji
Meski rencana pengembangan transportasi publik menuju kawasan kampus terus dibahas, Pemkot Surabaya menegaskan bahwa pengaturan rute masih dalam tahap diskusi. Pemerintah kota ingin memastikan rute yang disediakan benar-benar melewati jalur yang dibutuhkan masyarakat.
Eri menilai bahwa penentuan rute menjadi faktor penting dalam keberhasilan layanan transportasi publik. Jika rute tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka layanan tersebut tidak akan dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, pemerintah kota saat ini masih terus melakukan pembahasan dan kajian untuk menentukan rute yang paling efektif.
“Kalau rutenya tidak dilewati tentu percuma. Jadi saat ini kami masih mendiskusikan pengaturan rute yang paling tepat,” pungkasnya.
Dengan pengaturan rute yang tepat serta dukungan kerja sama dengan perguruan tinggi, Pemkot Surabaya berharap layanan transportasi publik di Kota Pahlawan dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.















Belum ada komentar