Pemerintah Kota Surabaya memperkuat pengendalian banjir Surabaya untuk menghadapi potensi hujan ekstrem pada Februari 2026. Langkah ini dilakukan melalui penambahan rumah pompa, normalisasi saluran air, serta peningkatan kapasitas sistem drainase.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan rumah pompa baru dibangun di sejumlah kawasan strategis seperti sekitar Gereja Bethany, Semolo, Nginden, serta Teluk Kumai di Teluk Betung.
Dengan tambahan lima unit tersebut, total rumah pompa Surabaya menjadi 90 unit. Proses lelang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.
Normalisasi Saluran Dikebut
Selain pembangunan infrastruktur baru, pemkot terus melakukan normalisasi saluran menggunakan alat berat dan tenaga Satgas. Kawasan Simo Kalangan menjadi salah satu lokasi dengan sedimentasi tinggi yang telah ditangani.
Satgas kecamatan juga dilibatkan untuk membersihkan saluran di lingkungan permukiman warga guna menjaga kelancaran aliran air.
12 Sistem Drainase Diintervensi
Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita, menyebut pada 2026 dilakukan intervensi terhadap 12 dari 30 sistem drainase yang ada. Upaya ini meliputi peningkatan kapasitas saluran dan pembesaran long storage.
Dari sekitar 220 titik genangan yang terdata sejak 2021, jumlahnya kini ditekan menjadi sekitar 138 titik.
Fokus Lokasi Rawan
Beberapa kawasan seperti Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, Simo Kalangan, dan Margo Mulyo masih menjadi prioritas penanganan. Wilayah Margo Mulyo memiliki karakter cekungan sehingga membutuhkan peningkatan kapasitas saluran dan pemeliharaan tambahan.
Operasi dan Pemeliharaan Prioritas
DSDABM memprioritaskan operasi dan pemeliharaan saluran secara rutin, termasuk pengerukan sedimentasi. Pemkot juga menekankan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat untuk mencegah saluran tersumbat.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan genangan saat puncak musim hujan tiba.












Belum ada komentar