Bagaimana Lubang Hitam Terbentuk? Ini Penjelasan Sainsnya

Bagaimana Lubang Hitam Terbentuk? Ini Penjelasan Sainsnya
ejatimnews.com,

Lubang hitam atau black hole merupakan salah satu objek paling misterius di alam semesta, dengan gaya gravitasi begitu kuat hingga cahaya pun tak mampu lolos darinya.

Fenomena kosmik ini kerap digambarkan sebagai “monster” tak terlihat yang mampu melahap apa pun yang terlalu dekat. Namun secara ilmiah, lubang hitam adalah titik di ruang angkasa dengan kerapatan tak terhingga yang menciptakan tarikan gravitasi sangat dalam, dikutip dari National Geographic.

Apa Itu Lubang Hitam?

Lubang hitam terbentuk ketika sejumlah besar massa terkonsentrasi dalam ruang yang sangat kecil. Kepadatan ekstrem inilah yang membuat gravitasi di sekitarnya menjadi sangat kuat. Bahkan, setelah melewati batas tertentu yang disebut event horizon, tidak ada apa pun — termasuk cahaya — yang dapat melarikan diri.

Objek apa pun yang terlalu dekat, baik itu bintang, planet, maupun wahana antariksa, akan mengalami proses teoretis yang dikenal sebagai spaghettification. Dalam proses ini, objek akan tertarik dan meregang akibat perbedaan gaya gravitasi yang sangat ekstrem.

Bagaimana Lubang Hitam Terbentuk?

Cara paling umum terbentuknya lubang hitam adalah melalui kematian bintang masif. Ketika bintang yang massanya 10 hingga 20 kali lebih besar dari Matahari mencapai akhir hidupnya, ia akan meledak dalam peristiwa dahsyat yang disebut supernova.

Ledakan tersebut melemparkan sebagian materi bintang ke luar angkasa, namun inti bintang yang tersisa dapat runtuh ke dalam dirinya sendiri akibat tarikan gravitasi yang tak lagi diimbangi oleh reaksi fusi nuklir. Jika inti tersebut runtuh menjadi titik sangat kecil dengan massa sangat besar, maka terbentuklah lubang hitam bermassa bintang.

Empat Jenis Lubang Hitam

Secara umum, ilmuwan mengklasifikasikan lubang hitam menjadi empat jenis utama:

1. Lubang Hitam Bermassa Bintang
Terbentuk dari kematian bintang besar. Diperkirakan terdapat ribuan di galaksi Bima Sakti.

2. Lubang Hitam Supermasif
Jenis ini memiliki massa setara jutaan hingga miliaran Matahari dan diyakini berada di pusat hampir semua galaksi. Di pusat Bima Sakti sendiri terdapat lubang hitam supermasif bernama Sagittarius A* dengan massa lebih dari empat juta kali Matahari.

3. Lubang Hitam Massa Menengah
Keberadaannya masih menjadi perdebatan, tetapi sejumlah astronom meyakini jenis ini memang ada.

4. Lubang Hitam Mini (Primordial)
Masih bersifat teoretis. Diduga terbentuk sesaat setelah Big Bang sekitar 13,7 miliar tahun lalu.

Apakah Lubang Hitam Menghisap Segalanya?

Berbeda dari gambaran film fiksi ilmiah, lubang hitam bukanlah “penyedot kosmik” yang menghisap seluruh alam semesta. Objek harus berada sangat dekat agar terperangkap gravitasinya.

Misalnya, jika Matahari tiba-tiba digantikan oleh lubang hitam dengan massa yang sama, planet-planet di tata surya tetap akan mengorbit seperti biasa — hanya saja tanpa cahaya dan panas.

Bagaimana Ilmuwan Menemukannya?

Karena tidak memancarkan cahaya, lubang hitam tidak dapat dilihat secara langsung. Para astronom mendeteksinya melalui efek gravitasi terhadap bintang dan gas di sekitarnya.

Pergerakan bintang yang tampak mengorbit “ruang kosong” menjadi petunjuk keberadaan lubang hitam. Selain itu, materi yang tertarik ke dalamnya akan memanas dan memancarkan radiasi sebelum melewati event horizon, membentuk piringan bercahaya yang disebut accretion disk.

Dalam beberapa kasus, lubang hitam bahkan dapat memuntahkan kembali sebagian materi dalam semburan energi besar.

Misteri yang Masih Diteliti

Lubang hitam masih menjadi objek penelitian intensif dalam fisika dan astronomi modern. Teori relativitas umum Albert Einstein memprediksi keberadaan objek ini jauh sebelum bukti observasional ditemukan.

Seiring perkembangan teknologi teleskop dan deteksi gelombang gravitasi, para ilmuwan terus mengungkap lebih banyak rahasia tentang fenomena kosmik yang ekstrem ini.

Belum ada komentar