Situbondo – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengajak seluruh masyarakat Situbondo untuk mengisi momentum pergantian tahun dengan doa bersama dan penggalangan donasi. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di Sumatera dan Aceh yang tengah dilanda bencana banjir dan tanah longsor.
Menurut Bupati Rio, kondisi Indonesia saat ini membutuhkan kepekaan dan solidaritas bersama, bukan euforia berlebihan dalam merayakan tahun baru.
“Saudara kita mengalami musibah cukup parah di Sumatera dan di Aceh. Saya mengajak semuanya untuk turut prihatin dan tidak euforia dalam memperingati pergantian tahun,” ujar Bupati Rio kepada RRI, Jumat (26/12/2025).
Ajak Galang Donasi untuk Korban Bencana
Selain doa bersama, Bupati Rio juga mendorong masyarakat untuk melakukan penggalangan dana yang nantinya akan disalurkan kepada ribuan warga terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.
Ia berharap, setiap kegiatan masyarakat dapat disertai dengan aksi kepedulian sosial.
“Jika ada perkumpulan, majelis, ada pertemuan, atau kalau ada acara musik, saya berharap ada pergerakan kepedulian atau donasi, yang nantinya akan kita sumbangkan kepada saudara kita yang tertimpa bencana,” jelasnya.
Imbauan Tidak Menyalakan Petasan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Situbondo juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan pada malam pergantian tahun. Ia menilai penggunaan petasan tidak sejalan dengan kondisi duka yang sedang dialami masyarakat di wilayah terdampak bencana.
“Tidak ada lagi petasan ya. Kita ganti dengan doa bersama dan kalaupun ada nyanyian, mari kita menyanyikan lagu-lagu empati sebagai anak bangsa,” tegasnya.
Seruan Empati dan Solidaritas Nasional
Ajakan ini menjadi bentuk seruan empati dan solidaritas nasional agar masyarakat Situbondo turut mengambil bagian dalam membantu sesama. Bupati berharap, peringatan tahun baru dapat dimaknai sebagai momentum refleksi dan kepedulian sosial, bukan sekadar perayaan.
Belum ada komentar