Bersiap menghadapi 2026, China dan Amerika Serikat bersaing ketat di industri robot humanoid. China unggul dalam produksi massal, sedangkan AS menekankan AI, otonomi, dan pengembangan algoritma canggih.
Keunggulan Kompetitif Kedua Negara
China memanfaatkan keunggulan rantai pasokan dan kemampuan manufaktur untuk menekan biaya, sementara AS berfokus pada kepemilikan vertikal, termasuk komponen dan AI untuk kinerja optimal dan keamanan.
Bottleneck dan Hambatan Teknologi
Beberapa tantangan global termasuk keterbatasan chip, kompleksitas gerakan manusia seperti tangan dan jari, serta biaya produksi tinggi. Produk humanoid saat ini berkisar $150.000–$500.000, perlu diturunkan menjadi $20.000–$50.000 agar kompetitif dengan tenaga manusia.
Risiko Bubble dan Regulasi
China menghadapi risiko bubble di pasar robot humanoid karena lebih dari 150 perusahaan bersaing dengan produk serupa. Regulator mengingatkan bahwa persepsi kemampuan robot yang melebihi kenyataan bisa memicu gelembung investasi, seperti yang terjadi sebelumnya di sektor kendaraan listrik.
Perkiraan Masa Depan
Dalam jangka panjang, pasar humanoid China dan AS diperkirakan akan menyatu, dengan penetrasi massal terutama di rumah tangga setelah 2040, dipacu oleh adopsi volume tinggi. Kedua negara akan terus berlomba di ranah AI dan robotik industri.
Belum ada komentar