Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto, menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur selama Triwulan I Tahun 2026 secara umum berada dalam kondisi aman dan kondusif.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin Gelar Operasional Analisa dan Evaluasi (Anev) Sitkamtibmas Triwulan I Tahun 2026 di Polda Jatim, Rabu (8/4/2026).
Dalam keterangannya, Kapolda mengapresiasi seluruh jajaran yang dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan sejak Januari hingga Maret 2026. Ia menyebut pengamanan sejumlah agenda penting seperti Ramadan, Hari Raya Nyepi, hingga Operasi Ketupat Semeru berjalan dengan baik, termasuk pengaturan arus mudik dan balik.
Berdasarkan data evaluasi, jumlah kasus kejahatan di Jawa Timur tercatat sebanyak 5.367 kasus pada Januari, meningkat menjadi 5.434 kasus pada Februari, dan menurun menjadi 5.349 kasus pada Maret.
Sementara itu, gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 6.348 kejadian pada Januari, 6.588 kejadian pada Februari, dan 6.773 kejadian pada Maret.
Meski secara umum situasi masih terkendali, Kapolda menegaskan bahwa seluruh jajaran tetap harus meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini, respons cepat, serta penyelesaian perkara yang efektif.
Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis yang perlu diantisipasi, seperti peringatan May Day, dinamika buruh dan PPPK, potensi konflik antar perguruan silat, fenomena sound horeg, hingga stabilitas bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan bahan pokok.
Selain itu, pengamanan pertandingan Liga 1 serta potensi bencana akibat cuaca ekstrem juga menjadi perhatian penting.
Tak kalah penting, pengamanan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Nganjuk dalam rangka peresmian Monumen dan Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah juga menjadi fokus pengamanan.
Kapolda meminta seluruh jajaran melakukan pemetaan potensi kerawanan secara menyeluruh serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan.
Ia juga mengingatkan agar anggota Polri menghindari sikap arogan dan tindakan yang dapat menurunkan kepercayaan publik.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara komunikatif, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat nyata.
Dengan langkah tersebut, diharapkan situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap terjaga aman dan kondusif di tengah berbagai dinamika yang ada.








Belum ada komentar