Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meninjau langsung pusat pedagang batu permata di Pasar Kayoon, kawasan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kamis (2/4/2026).
Dalam kunjungannya, ia berkeliling melihat aktivitas para pedagang dan pengrajin batu mulia yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan batu permata di Surabaya.
Eri mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan Pasar Kayoon selama ini terkendala oleh status kepemilikan lahan yang bukan merupakan aset Pemerintah Kota Surabaya.
Karena itu, pihaknya akan segera menelusuri kepastian status lahan agar proses penataan dapat segera direalisasikan. Ia menyebutkan, kawasan tersebut diduga merupakan aset milik pemerintah provinsi atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sehingga diperlukan izin sebelum dilakukan pembangunan.
Ia menargetkan dalam waktu satu minggu sudah ada kejelasan terkait izin pengelolaan. Jika mendapat persetujuan, Pemkot Surabaya siap melakukan penataan kawasan pada tahun ini.
Menurutnya, Pasar Kayoon memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Selain menjadi pusat perdagangan batu permata, kawasan ini juga dinilai mampu menjadi ikon baru Kota Surabaya.
Eri menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pengembangan kawasan tersebut. Ia berharap konsep penataan nantinya mencakup perbaikan infrastruktur, pengaturan alur pengunjung, hingga pembangunan gapura agar lebih menarik bagi wisatawan.
Bahkan, ia menargetkan kawasan ini dapat menjadi ikon baru Surabaya pada momen peringatan Hari Jadi Kota Surabaya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah (P3-BAPIN) Taman Wisata Kayoon Surabaya, Nuri Fansyah, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 60 stan pedagang yang beroperasi di kawasan tersebut.
Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Wali Kota Surabaya terhadap para pelaku UMKM di Pasar Kayoon.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi para pedagang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Ia berharap, dengan adanya penataan dan pengembangan kawasan, Pasar Kayoon dapat menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi serta mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha.
Dengan rencana ini, Pasar Kayoon diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan batu permata, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang memperkuat identitas budaya Kota Surabaya.









Belum ada komentar