Pemprov Jatim Perkuat Nakes Hadapi Bencana di Pidie Jaya

Pemprov Jatim Perkuat Nakes Hadapi Bencana di Pidie Jaya
ejatimnews.com,

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kapasitas manajemen bencana klaster kesehatan melalui edukasi kesiapsiagaan bencana bagi tenaga dan kader kesehatan di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini digelar di Puskesmas Meureudu, Sabtu (27/12/2025), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan layanan kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat bencana.

Edukasi ini menitikberatkan pada peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam merespons situasi krisis secara cepat, terukur, dan berkelanjutan, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana.

Kesiapsiagaan Tidak Cukup dengan Pengetahuan

Dokter relawan asal Jawa Timur dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran Surabaya, Prof. Dr. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., Sp.KKLP, M.MB, Ph.D., Subsp. FOMC, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak bisa hanya bertumpu pada aspek pengetahuan.

Menurutnya, penguatan manajemen bencana klaster kesehatan harus dilakukan secara komprehensif melalui latihan berkelanjutan, ketersediaan perlengkapan, serta pemanfaatan teknologi digital.

“Kesiapsiagaan bencana tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga latihan, perlengkapan, dan pemanfaatan teknologi. Integrasi edukasi, Kit Siaga Bencana, serta platform digital menjadi kunci untuk memperkuat ketangguhan tenaga kesehatan di daerah rawan bencana,” ujarnya.

Materi Pelatihan dan Distribusi Kit Siaga Bencana

Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan dan kader diberikan berbagai materi kesiapsiagaan, antara lain Modul SIGAP (Siaga Gawat Darurat dan Penanganan Bencana), buku saku Sehat dan Kuat di Situasi Darurat, serta Kit Siaga Bencana (KITANA) dan hygiene kit yang dikemas dalam tas emergency.

Materi ini dirancang untuk mendukung kesiapan tenaga kesehatan dalam merespons kondisi kedaruratan secara cepat, tepat, dan aman, baik bagi petugas maupun masyarakat terdampak.

Pemanfaatan Platform Digital Keluargasiaga.com

Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, peserta juga diperkenalkan dengan platform digital keluargasiaga.com, sebuah inovasi dari tim Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur.

Platform ini dilengkapi sejumlah fitur penting, seperti KAGANA untuk penilaian kesiapsiagaan keluarga, E-BEN sebagai sarana edukasi kebencanaan, E-PDB untuk peringatan dini, E-PEDE terkait penyelamatan diri, E-VAPER untuk evakuasi dan pertolongan, hingga panduan penggunaan KITANA.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu memperkuat sistem kesiapsiagaan tenaga kesehatan dan masyarakat secara terpadu.

PPNI Tekankan Kesiapsiagaan Nakes Berkelanjutan

Dr. Mukhamad Fatoni, S.Kep., Ners., MNS., dari PPNI Jawa Timur menyampaikan bahwa tenaga kesehatan harus memiliki kesiapsiagaan yang terukur dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi situasi bencana.

“Tenaga kesehatan dituntut untuk mampu merespons dengan cepat dan tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat saat bencana terjadi. Penguatan manajemen bencana klaster kesehatan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Harapan Pemprov Jatim

Melalui kegiatan ini, Pemprov Jawa Timur berharap kapasitas tenaga kesehatan di Kabupaten Pidie Jaya semakin kuat, adaptif, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. Dengan kesiapsiagaan yang matang, pelayanan kesehatan kepada masyarakat diharapkan tetap berjalan optimal meskipun berada dalam situasi darurat.

 

Belum ada komentar