Pesawat AS Ditembak Iran, Trump Klaim Operasi Penyelamatan Berhasil

Pesawat AS Ditembak Iran, Trump Klaim Operasi Penyelamatan Berhasil
ejatimnews.com,

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah sebuah pesawat tempur AS ditembak jatuh di wilayah Iran.

Dikutip dari CBS News, Presiden Donald Trump mengungkap bahwa dua awak pesawat berhasil diselamatkan melalui operasi militer besar dan berisiko tinggi.

Pesawat tempur jenis F-15E dilaporkan ditembak menggunakan rudal pencari panas. Pilot berhasil ditemukan dan diselamatkan pada hari yang sama, sementara satu awak lainnya sempat hilang di wilayah pegunungan Iran selama hampir 48 jam sebelum akhirnya ditemukan.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai salah satu misi pencarian dan penyelamatan paling kompleks dalam sejarah militer AS. Operasi ini melibatkan lebih dari 150 pesawat serta ratusan personel militer.

Awak kedua yang sempat hilang dilaporkan mengalami luka cukup serius dan harus bertahan di medan berat. Ia bertahan dengan peralatan terbatas, bahkan hanya bersenjatakan pistol, sambil berusaha menghindari penangkapan dan mengirimkan sinyal lokasi kepada tim penyelamat.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut pesan pertama yang dikirim awak tersebut melalui perangkat darurat berbunyi singkat namun kuat, menandakan bahwa ia masih hidup dan bertahan.

Dalam operasi tersebut, militer AS menghadapi baku tembak dengan pasukan di darat. Dukungan udara dari drone dan pesawat tempur dikerahkan untuk mengamankan proses evakuasi hingga kedua awak berhasil dibawa keluar dari wilayah Iran tanpa korban tambahan.

Trump menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan operasi tersebut penuh risiko, namun menjadi prinsip militer AS untuk tidak meninggalkan prajurit di medan perang.

Di sisi lain, Trump juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendorong upaya diplomasi dengan Iran untuk menghentikan konflik dan membuka kembali jalur penting Selat Hormuz.

Ia bahkan memberikan tenggat waktu kepada Iran untuk mencapai kesepakatan, dengan ancaman akan menyerang infrastruktur vital jika negosiasi gagal.

Meski demikian, Trump menyatakan bahwa pihak Iran menunjukkan itikad baik dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik antara kedua negara masih berada dalam fase kritis, dengan potensi eskalasi yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Belum ada komentar