Sanae Takaichi Menang Telak, LDP Kuasai Parlemen Jepang

Sanae Takaichi Menang Telak, LDP Kuasai Parlemen Jepang
ejatimnews.com,

Keputusan memanggil pemilu dadakan merupakan langkah berisiko yang bisa mengakhiri karier politiknya. Namun kini, Sanae Takaichi justru menikmati kemenangan terbesar bagi pemerintahan Jepang dalam lebih dari 70 tahun.

Pemimpin baru Jepang ini berhasil membawa Partai Demokrat Liberal (LDP) meraih mayoritas terkuat sejak Perang Dunia II, sebuah pencapaian yang menempatkannya di pusat perhatian politik global.

Kenaikan Popularitas dalam Waktu Singkat

Dalam empat bulan sejak menjabat sebagai pemimpin, Takaichi mencatat lonjakan popularitas yang signifikan. Ia mampu menarik pemilih muda yang sebelumnya cenderung apatis serta menghadirkan wajah baru dalam politik Jepang yang selama puluhan tahun didominasi laki-laki berusia lanjut.

Dukungan luas ini berujung pada kemenangan telak dalam pemilu hari Minggu, yang mengamankan supermayoritas dua pertiga kursi majelis rendah parlemen bagi LDP.

Kemenangan Penting bagi LDP

Hasil pemilu ini menjadi kemenangan krusial bagi LDP yang beberapa tahun terakhir berupaya memulihkan citra publiknya. Partai tersebut sempat terbebani oleh kekalahan pemilu, inflasi yang bertahan, serta sejumlah skandal politik.

Sejumlah pendukung lama meninggalkan LDP karena dianggap terlalu kuno dan moderat, lalu beralih ke partai-partai kanan baru. Dalam konteks ini, Takaichi dipandang sebagai solusi potensial.

Sikap Konservatif ala Jepang

Secara sosial, Takaichi menentang pernikahan sesama jenis, mendukung pendidikan patriotik, serta mempertahankan sistem satu nama keluarga yang menyulitkan perempuan mempertahankan nama gadis mereka.

Ia juga mendorong revisi konstitusi pasifis Jepang, termasuk pasal yang menolak perang. Pada Senin, Takaichi menyatakan akan terus berupaya merevisi konstitusi, meski jalan yang harus ditempuh masih panjang.

Kebijakan Ekonomi dan Hubungan Internasional

Dalam bidang ekonomi, Takaichi mendukung peran besar pemerintah dan baru saja meloloskan anggaran belanja terbesar dalam sejarah Jepang. Meski tergabung dalam lobi ultranasionalis, ia tidak bersikap anti-globalisasi.

Ia menegaskan kembali hubungan dengan Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan Korea Selatan, meskipun terdapat ketegangan historis terkait masa pendudukan Jepang di Semenanjung Korea.

Gaya Personal yang Tidak Biasa

Takaichi dikenal sebagai figur yang tidak konvensional dalam lanskap politik Jepang yang formal. Ia mengendarai motor, bermain drum, dan menyukai musik heavy metal.

Berbeda dari banyak politisi senior, ia juga tidak berasal dari dinasti politik. Ayahnya bekerja di perusahaan otomotif, sementara ibunya merupakan seorang polisi.

Fenomena “Sana-mania” dan Dukungan Publik

Kemenangannya mencerminkan keinginan publik akan reformasi LDP serta pergeseran politik ke kanan secara nasional. Antusiasme besar ini dijuluki sebagian media sebagai “Sana-mania”.

Strategi media sosial yang efektif turut berperan besar, dengan pesan singkat, video viral, serta unggahan pertemuan dengan para pemimpin dunia. Di kampung halamannya di Nara, berbagai suvenir bertema Takaichi laris terjual.

Dukungan Donald Trump dan Dampak ke China

Takaichi juga mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang secara terbuka mendukungnya sebelum hasil pemilu diumumkan dan mengundangnya ke Gedung Putih.

Namun kemenangannya berpotensi memperburuk hubungan dengan China. Ketegangan meningkat setelah pernyataannya mengenai Taiwan, yang menurut Beijing mencerminkan masalah struktural dalam politik Jepang.

Tantangan ke Depan

Selain hubungan yang memburuk dengan China, Takaichi menghadapi tantangan besar lainnya, termasuk populasi yang menua, biaya hidup yang meningkat, dan nilai yen yang melemah.

Meski arah kebijakan detailnya belum sepenuhnya jelas, kemenangan telak ini memberi LDP cukup kursi untuk meloloskan agenda politik utama hingga pemilu berikutnya pada 2027.

Belum ada komentar