TNI AL Gagalkan Penyelundupan 445 Kulit Piton dan 32 Kura-Kura

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 445 Kulit Piton dan 32 Kura-Kura
ejatimnews.com,

TNI AL kembali menunjukkan perannya dalam menjaga keamanan jalur penyeberangan laut sekaligus melindungi kekayaan hayati nasional. Tim Satuan Tugas Bawah Kendali Operasi (Satgas BKO) TNI AL ASDP Bakauheni di bawah jajaran Lanal Lampung berhasil menggagalkan upaya pengiriman satwa dilindungi beserta bagian tubuhnya melalui Sea Port Pelabuhan ASDP Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu malam (28/1/2026).

Pengungkapan Berawal dari Pemeriksaan Rutin

Kasus ini terungkap sekitar pukul 19.50 WIB saat personel Satgas melaksanakan pemeriksaan rutin kendaraan yang akan menyeberang. Petugas menghentikan satu unit truk Cold Diesel Box bernomor polisi B 9632 FFX yang dikemudikan oleh sopir berinisial “A”. Kendaraan tersebut diketahui membawa paket milik perusahaan ekspedisi.

Dari hasil pemeriksaan mendalam, tim menemukan muatan mencurigakan yang diduga kuat merupakan bagian dari praktik penyelundupan satwa liar yang dilindungi. Temuan ini langsung diamankan untuk pendataan lebih lanjut.

Ratusan Kulit Piton dan Puluhan Kura-kura Diamankan

Barang bukti yang berhasil disita terdiri dari 445 lembar kulit ular piton yang dikemas dalam tiga kardus besar. Muatan tersebut diketahui berasal dari Pekanbaru dan direncanakan dikirim ke Surabaya. Selain itu, petugas juga menemukan lima keranjang berisi kura-kura, terdiri dari jenis kura-kura lokal dan kura-kura Afrika dengan total 32 ekor. Satwa tersebut dikirim dari Pekanbaru dengan tujuan Cirebon dan Denpasar.

Seluruh muatan tidak dilengkapi dokumen perizinan resmi sebagaimana ketentuan perundang-undangan, sehingga diduga kuat merupakan bagian dari jaringan perdagangan satwa ilegal lintas wilayah.

Diserahkan ke Karantina untuk Proses Lanjutan

Setelah diamankan, seluruh barang bukti langsung diserahkan kepada Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bakauheni, Lampung Selatan. Penanganan selanjutnya dilakukan sesuai prosedur dan aturan hukum yang berlaku.

TNI AL Tegaskan Komitmen Jaga Pelabuhan

Komandan Pangkalan TNI AL Lampung, Kolonel Laut (P) Krido Satriyo U, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI AL dalam menjaga pelabuhan sebagai objek vital nasional sekaligus melindungi kekayaan hayati Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi praktik perdagangan ilegal maupun penyelundupan satwa dilindungi dalam bentuk apa pun.

Pengawasan Akan Terus Ditingkatkan

TNI AL akan terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan sinergi dengan instansi terkait guna menjamin keamanan laut. Langkah tersebut juga mendukung upaya pelestarian sumber daya alam Indonesia dari berbagai bentuk kejahatan lintas wilayah, sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Belum ada komentar