Komisi E DPRD Jawa Timur menyoroti serius dugaan pelecehan terhadap atlet kickboxing yang diduga dilakukan oleh seorang pelatih.
Kasus yang saat ini tengah ditangani aparat penegak hukum tersebut mendapat perhatian dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur. Dugaan tindakan pelecehan terhadap atlet dinilai mencederai nilai sportivitas serta martabat dunia olahraga.
DPRD Jatim Kecam Segala Bentuk Kekerasan terhadap Atlet
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im, menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap atlet, baik secara fisik, psikis, maupun seksual.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merugikan korban, tetapi juga merusak nilai kemanusiaan serta semangat sportivitas dalam dunia olahraga.
Ketua Umum IKA Umsura itu juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian.
Ia berharap kasus tersebut dapat diusut secara transparan, profesional, serta memberikan keadilan bagi korban.
Minta Perlindungan Maksimal bagi Korban
Selain mendorong penegakan hukum, Suli Da’im juga meminta agar korban mendapatkan perlindungan maksimal selama proses penanganan perkara.
Bentuk perlindungan tersebut mencakup pendampingan psikologis, bantuan hukum, hingga jaminan keberlanjutan karier atlet agar korban tidak mengalami tekanan maupun intimidasi.
Menurutnya, perlindungan yang komprehensif sangat penting agar korban dapat tetap melanjutkan karier di dunia olahraga tanpa rasa takut.
Desak Evaluasi Sistem Pembinaan Atlet
Mantan Ketua Umum PWPM Jawa Timur itu juga meminta KONI Jawa Timur, Dispora Provinsi Jawa Timur, serta Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan atlet.
Evaluasi tersebut mencakup pengawasan terhadap pelatih serta mekanisme perlindungan bagi para atlet selama menjalani proses pembinaan.
Ia juga mendorong penerapan kode etik yang lebih ketat bagi pelatih maupun official olahraga, serta membangun sistem pengaduan yang aman dan terpercaya bagi para atlet apabila terjadi pelanggaran.
Komisi E Akan Lakukan Pengawasan
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi E DPRD Jawa Timur berencana memanggil pihak-pihak terkait guna memastikan kasus ini ditangani secara serius.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur itu menegaskan bahwa dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan bermartabat bagi para atlet untuk berprestasi.
“Setiap bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam dunia olahraga tidak dapat ditoleransi,” tegasnya.

















Belum ada komentar