Militer Amerika Serikat selama berbulan-bulan membangun kekuatan di lepas pantai Venezuela, termasuk menghancurkan kapal-kapal yang dituduh terlibat perdagangan narkoba. Di saat yang sama, badan intelijen AS mempelajari secara rinci kebiasaan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Perencanaan rahasia tersebut mencapai puncaknya dalam operasi militer yang berlangsung semalam, ketika Presiden Donald Trump memberi perintah langsung untuk menangkap Maduro dan membawanya ke Amerika Serikat.
Operasi “Absolute Resolve” Dilakukan dalam Gelap
Operasi yang dinamai Absolute Resolve dilaksanakan di bawah perlindungan malam. Pasukan AS mematikan sebagian besar listrik di ibu kota Caracas, menyusup ke kediaman Maduro, lalu mengevakuasinya keluar dari negara tersebut.
Trump mengungkapkan detail operasi itu dalam konferensi pers di Florida. Ia mengatakan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diterbangkan dengan helikopter menuju kapal perang AS sebelum dibawa ke Amerika Serikat.
Latihan Berbulan-bulan dan Replika Istana Presiden
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyebut pasukan telah berlatih selama berbulan-bulan. Mereka mempelajari lokasi Maduro pada jam-jam tertentu, termasuk detail kecil seperti hewan peliharaan dan pakaian yang biasa dikenakannya.
Trump menyebut pasukan AS bahkan berlatih di bangunan replika yang dibuat menyerupai kediaman presiden Venezuela, lengkap dengan struktur baja dan ruang aman.
Cuaca Jadi Penentu Serangan
Operasi sempat ditunda beberapa hari menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan. Menurut Caine, helikopter terbang rendah di atas permukaan laut untuk menghindari deteksi dan dilindungi pesawat tempur AS dari udara.
Trump mengatakan operasi berlangsung cepat dan mematikan, dengan sebagian besar wilayah Caracas mengalami pemadaman listrik selama penyerbuan.
Ledakan dan Korban di Caracas
Serangan tersebut berlangsung kurang dari 30 menit. Sedikitnya tujuh ledakan terdengar di Caracas. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyatakan sejumlah warga sipil dan personel militer Venezuela tewas dalam insiden tersebut.
Dalam pidato di televisi pemerintah, Rodríguez menuntut pembebasan Maduro dan menyebutnya sebagai presiden sah Venezuela, meski ia juga membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat.
Helikopter AS Sempat Diserang
Trump mengakui beberapa personel AS mengalami luka-luka. Jenderal Caine mengatakan satu helikopter terkena tembakan saat mendekati kompleks Maduro, namun berhasil kembali dengan selamat.
Maduro dan Flores kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan hukum. Trump mengunggah foto Maduro mengenakan pakaian abu-abu, penutup mata, dan pelindung telinga.
Eskalasi dari Operasi Anti-Narkoba
Penangkapan Maduro menandai eskalasi besar dari serangkaian serangan militer AS terhadap kapal-kapal yang dituduh membawa narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik sejak September.
Pada akhir Desember, AS juga menyerang fasilitas dermaga yang disebut digunakan kartel narkoba Venezuela, yang menjadi operasi langsung pertama di daratan Venezuela dalam rangkaian aksi tersebut.
AS Akan Arahkan Masa Depan Venezuela
Trump mengatakan Amerika Serikat kini akan mengarahkan jalannya Venezuela hingga pemimpin baru terpilih. Ia tidak menutup kemungkinan kehadiran pasukan darat AS di negara tersebut.
“Kami tidak takut menempatkan pasukan di lapangan jika diperlukan,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa pasukan AS sudah berada di darat saat operasi berlangsung.
Langkah ini memicu kritik di dalam dan luar negeri terkait legalitas penangkapan Maduro serta rencana AS dalam mengelola Venezuela ke depan.














Belum ada komentar