BELAWAN – TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada II (Koarmada II) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung penanganan darurat bencana alam. KRI Teluk Banten-516 sandar di Dermaga 004 Bandar Deli, Belawan, Sumatera Utara, Senin (29/12/2025), untuk melaksanakan debarkasi bantuan kemanusiaan bagi wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kapal perang jenis angkut amfibi tersebut merupakan unsur Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada II dan dipimpin oleh Letkol Laut (P) Dodit Yunata Kristian. Bantuan yang diangkut berasal dari Lanmar Surabaya dan selanjutnya akan didistribusikan oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I Belawan.
Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak
Adapun bantuan kemanusiaan yang dibawa KRI Teluk Banten-516 meliputi pakaian layak pakai, makanan instan dan makanan ringan, air minum, susu, beras, serta perlengkapan bayi. Seluruh logistik tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Distribusi bantuan diharapkan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran guna meringankan beban warga yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah.
Sinergi Lintas Matra dalam Penanggulangan Bencana
Selain membawa bantuan logistik, KRI Teluk Banten-516 juga mengangkut personel Batalyon Zeni Tempur TNI Angkatan Darat. Keterlibatan personel ini merupakan bentuk sinergi lintas matra dalam upaya penanggulangan bencana serta percepatan pemulihan di wilayah terdampak secara terkoordinasi.
Kehadiran unsur TNI AD bersama TNI AL diharapkan dapat memperkuat upaya evakuasi, perbaikan infrastruktur darurat, serta dukungan teknis di lapangan.
Koarmada II Tegaskan Komitmen Kemanusiaan
Secara terpisah, Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I G.P. Alit Jaya menegaskan bahwa pengerahan KRI Teluk Banten-516 merupakan wujud kesiapsiagaan Koarmada II dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Menurutnya, TNI AL berkomitmen untuk terus hadir dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan dukungan logistik kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat akibat bencana alam.










Belum ada komentar