Bunga telang yang selama ini tumbuh di lingkungan Desa Kranji dan kerap dimanfaatkan sebagai minuman herbal, ternyata memiliki potensi pengolahan yang lebih beragam.
Potensi tersebut diperkenalkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Kelompok 06 kepada anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kranji.
Kegiatan sosialisasi pemanfaatan bunga telang sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) itu digelar pada Jumat (31/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan wawasan mengenai potensi bunga telang agar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna bagi kesehatan maupun konsumsi sehari-hari.
Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mengikuti praktik pengolahan bunga telang menjadi berbagai produk sederhana yang dapat diterapkan di rumah.
Salah satunya melalui pembuatan minuman jamu beras kencur yang dipadukan dengan rebusan bunga telang. Perpaduan tersebut menghasilkan minuman herbal dengan tampilan yang lebih menarik. Peserta juga diperkenalkan dengan pembuatan puding bunga telang sebagai alternatif olahan yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai kandungan, manfaat, serta berbagai potensi pemanfaatan bunga telang sebagai tanaman herbal.
Selain memiliki warna alami yang menarik, bunga telang juga mengandung antioksidan sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai olahan pangan dan minuman.
Penanggung Jawab Program Kerja, Tita Sofia Putri Meilanie, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai potensi tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitar, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa bunga telang memiliki potensi yang sangat besar, baik sebagai tanaman obat keluarga maupun sebagai bahan olahan pangan yang sehat dan bernilai tambah. Harapannya, pengetahuan yang kami bagikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tanaman yang mudah ditemukan di Desa Kranji ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Tita.
Menurutnya, pemanfaatan tanaman lokal dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai guna sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Tidak hanya membahas pengolahan, mahasiswa KKN UMLA Kelompok 06 juga memberikan edukasi mengenai teknik penyimpanan bunga telang agar memiliki daya simpan lebih lama.
Peserta dijelaskan bahwa bunga telang dapat dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan sehingga dapat digunakan kembali sewaktu-waktu.
Edukasi tersebut diberikan karena sebagian warga selama ini hanya memanfaatkan bunga telang dengan cara direbus sebagai minuman atau teh herbal.
Salah seorang anggota PKK Desa Kranji mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Biasanya kami hanya merebus bunga telang untuk dijadikan teh. Setelah mengikuti sosialisasi ini, ternyata bunga telang bisa diolah menjadi jamu, puding, dan masih banyak olahan lainnya. Kami juga jadi tahu cara menyimpannya agar lebih awet. Semoga ilmu seperti ini bisa terus diberikan karena sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap salah satu anggota PKK Desa Kranji.
Melalui sosialisasi dan praktik pengolahan tersebut, mahasiswa KKN UMLA Kelompok 06 berupaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga sekaligus mendorong pengolahan potensi lokal di Desa Kranji.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan tanaman yang ada di lingkungan sekitar serta meningkatkan nilai guna bunga telang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.








Belum ada komentar