KKN MAS Kelompok 69 Ajak Ibu PKK Kajar Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Sereh

KKN MAS Kelompok 69 Ajak Ibu PKK Kajar Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Sereh
ejatimnews,

Minyak jelantah yang kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Melalui kegiatan edukasi dan praktik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 69 mengajak ibu-ibu PKK Dusun Kajar, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, membuat lilin aromaterapi beraroma sereh.

Kegiatan yang diikuti 32 ibu PKK tersebut dilaksanakan di Balai Dusun Kajar pada Rabu (12/8/2026), pukul 15.00–17.00 WIB.

Edukasi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan minyak jelantah secara lebih bijak. Selain mengurangi limbah rumah tangga, pengolahan tersebut juga menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.

KKN MAS sendiri merupakan program Kuliah Kerja Nyata kolaboratif yang melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia.

Pada 2026, KKN MAS dilaksanakan di wilayah Malang Raya dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus tuan rumah. Program tersebut diikuti 59 kampus PTMA, termasuk Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA).

Sebelum praktik dimulai, peserta terlebih dahulu mengikuti pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai pemanfaatan minyak jelantah.

Mahasiswa kemudian memberikan edukasi menggunakan media poster. Materi yang disampaikan mencakup permasalahan minyak jelantah, dampaknya terhadap lingkungan, cara pemanfaatannya, bahan-bahan yang diperlukan, hingga tahapan pembuatan lilin aromaterapi.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung.

Minyak jelantah digunakan sebagai bahan dasar, sedangkan minyak atsiri sereh digunakan untuk memberikan aroma. Mahasiswa memperagakan setiap tahapan pembuatan, mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan minyak atsiri sereh, hingga proses pencetakan lilin.

Peserta juga mendapat kesempatan untuk mempraktikkan langsung setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi tersebut.

Promo Perumahan Grand Eastern

Selama kegiatan berlangsung, para peserta aktif mengikuti diskusi dan praktik. Antusiasme terlihat dari pertanyaan yang diajukan, keterlibatan saat demonstrasi, hingga keberanian mencoba membuat lilin secara langsung.

Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu PKK berhasil menghasilkan produk lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah dengan aroma sereh.

Ketua KKN MAS Kelompok 69, Najwa Kamila, berharap kegiatan tersebut dapat membuka pemahaman masyarakat bahwa minyak jelantah tidak selalu harus berakhir sebagai limbah.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengetahui bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna, salah satunya lilin aromaterapi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk secara mandiri,” ujar Najwa Kamila.

Menurutnya, pemanfaatan limbah rumah tangga dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa dikembangkan masyarakat untuk menghasilkan produk yang bermanfaat.

Melalui edukasi tersebut, mahasiswa KKN MAS Kelompok 69 berharap masyarakat dapat menerapkan pengelolaan minyak jelantah secara lebih bijak dan mengembangkan pemanfaatannya secara mandiri.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna.

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email

Belum ada komentar

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email