Sinergitas TNI Angkatan Laut bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya berhasil menggagalkan penyelundupan kayu gaharu dan satwa dilindungi di Pelabuhan Umum Pelindo, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (14/5/2026).
Pengungkapan tersebut dilakukan Tim Patroli Pengamanan Pelni yang terdiri dari personel Denintel dan Pomal Kodaeral XIV Sorong, Polhut, serta PPPK BBKSDA Papua Barat Daya saat melakukan pemeriksaan di KM Sinabung.
Dalam operasi itu, petugas menyita seekor burung Kasturi Kepala Hitam yang termasuk satwa dilindungi serta lima koper berisi kayu gaharu dengan berat sekitar 117 kilogram.
Kayu gaharu tersebut ditemukan tersembunyi di bawah tempat tidur penumpang kelas ekonomi KM Sinabung.
Berdasarkan kronologi kejadian, sekitar pukul 03.25 WIT tim melaksanakan pemeriksaan area dermaga dan pengawasan aktivitas bongkar muat serta barang bawaan penumpang sebelum melanjutkan pemeriksaan ke dalam kapal.
Saat melakukan pemeriksaan di deck 5 kapal, petugas mencurigai lima koper besar yang disimpan di bawah tempat tidur penumpang nomor 5018.
Setelah diperiksa, koper tersebut diketahui berisi kayu gaharu tanpa dokumen resmi dan tidak diketahui pemiliknya.
Petugas memperoleh informasi bahwa koper tersebut dititipkan kepada salah satu penumpang kapal.
Sekitar pukul 04.20 WIT, tim kembali menemukan seekor burung Kasturi Kepala Hitam yang disembunyikan di dalam jeriken tanpa pemilik di deck 4 kapal.
KM Sinabung kemudian melanjutkan pelayaran dari Sorong menuju Bacan, Ternate, Bitung, Banggai, Bau-Bau, Makassar, hingga Surabaya pada pukul 06.10 WIT.
Setelah kapal bertolak, seluruh barang bukti dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong untuk dilakukan penghitungan dan pengelompokan jenis temuan.
Komandan Kodaeral XIV Sorong Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP. memberikan apresiasi kepada Tim Patroli Pengamanan Pelni atas keberhasilan penggagalan penyelundupan tersebut.
Ia menyebut keberhasilan itu menjadi bentuk sinergitas antara TNI AL dan BBKSDA Papua Barat Daya dalam menjaga keamanan wilayah.
Menurutnya, TNI AL melalui Kodaeral XIV Sorong berkomitmen mendukung upaya pencegahan penyelundupan satwa dilindungi, kayu gaharu, maupun komoditas ilegal lainnya di wilayah perairan Indonesia Timur.
Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari tugas penegakan hukum dan keamanan di laut.











Belum ada komentar