Yon Tank Amfibi 2 Marinir Sukses Uji Fungsi Amunisi 100 mm BMP-3F

Yon Tank Amfibi 2 Marinir Sukses Uji Fungsi Amunisi 100 mm BMP-3F
ejatimnews,

Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir sukses melaksanakan uji fungsi amunisi kaliber 100 mm BTE 1 asal China yang diaplikasikan pada kendaraan tempur Tank BMP-3F di Daerah Latihan Puslatpurmar 5 Baluran, Kabupaten Situbondo, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kemampuan amunisi kaliber 100 mm BTE 1 China sebagai bagian dari pengujian material tempur Korps Marinir.

Dalam pelaksanaannya, Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir ditunjuk sebagai satuan pelaksana uji fungsi amunisi tersebut.

Kepala Staf Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., M.Sc., CHRP. turut hadir meninjau langsung kesiapan material dan jalannya kegiatan.

Ia didampingi Asintel Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, S.E., M.M., M.Tr.Hanla., serta Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto, CRMP.

Selain itu, kegiatan juga melibatkan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AL yang bertanggung jawab dalam penelitian, pengembangan, pengujian, serta evaluasi material dan teknologi peralatan Angkatan Laut.

Uji fungsi diawali dengan pengecekan data dimensi amunisi kaliber 100 mm BTE 1 China sebagai amunisi uji dan amunisi kaliber 100 mm 3UOF17 Rusia sebagai amunisi pembanding.

Promo Perumahan Grand Eastern

Setelah itu dilakukan pengecekan sistem kendali senjata yang terintegrasi pada Ranpur Tank BMP-3F sebelum pelaksanaan penembakan.

Dalam pengujian tersebut, seluruh amunisi uji disebut berfungsi dengan baik dan tepat sasaran pada jarak 1.000 meter, 1.200 meter, hingga 4.000 meter.

Pengujian dilakukan dalam rangka zeroing, uji fuze atau pemicu ledak, serta uji safety distance sebagai parameter jarak aman ledakan.

Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Hayat Tegar, M.Tr.Opsla. selaku pelaksana uji mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk menjamin keselamatan personel maupun material tempur Korps Marinir ke depan.

“Kesiapan kru pengawak Ranpur dan material tempur sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi, di sisi lain dengan berhasilnya Uji Fungsi Amunisi ini diharapkan kedepannya dapat menunjang efektivitas operasional tugas dan latihan,” tegasnya.

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email

Belum ada komentar