Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai semangat membangun Indonesia yang maju, progresif, dan berkelanjutan.
Menurut Haedar, Kebangkitan Nasional yang merujuk pada lahirnya Boedi Oetomo pada 1908 harus dimaknai lebih luas sebagai lahirnya kesadaran kebangsaan Indonesia.
Ia menilai kebangkitan bangsa tidak hanya dipelopori satu organisasi, tetapi juga lahir dari berbagai elemen pergerakan nasional.
Haedar menjelaskan sebelum lahirnya Boedi Oetomo telah berdiri Sarekat Dagang Islam yang dipimpin Haji Samanhoedi pada 1905 dan kemudian berkembang menjadi Sarekat Islam di bawah kepemimpinan HOS Tjokroaminoto pada 1911.
Selanjutnya, Muhammadiyah hadir pada 1912 melalui gerakan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan kepanduan kebangsaan.
“Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum untuk membangkitkan jiwa kebangsaan yang membawa Indonesia maju secara progresif,” ujar Haedar, Rabu (20/5/2026).
Haedar menegaskan Indonesia tidak boleh berjalan di tempat dan merasa cukup dengan capaian yang ada saat ini.
Menurutnya, masih banyak aspek kehidupan bangsa yang perlu diperbaiki agar Indonesia mampu sejajar dengan negara-negara maju, termasuk di kawasan ASEAN.
Karena itu, ia menilai Indonesia memerlukan rancang bangun pembangunan nasional yang komprehensif dengan agenda strategis yang terprogram secara sistematis dan berkelanjutan.
“Indonesia harus memiliki arah yang jelas menuju negara maju dengan fondasi yang kokoh dan tujuan yang terfokus,” katanya.
Haedar juga mengingatkan kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur dari demokrasi formal, hak asasi manusia, dan pluralisme.
Menurutnya, kemajuan Indonesia harus diwujudkan melalui penguatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam yang baik, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, ia menilai kemajuan bangsa juga harus ditopang karakter masyarakat yang menjunjung nilai moral, etika luhur, dan budaya berkemajuan.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar turut mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu dan berkolaborasi membangun Indonesia.
Ia menilai pemerintah memiliki peran penting sebagai pengarah utama pembangunan nasional melalui kebijakan yang jelas dan terukur.
Selain itu, Haedar juga mengajak masyarakat membangun budaya maju dalam kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan membaca, mengunjungi perpustakaan, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pengembangan literasi dan pengetahuan.
“Seluruh proses dan peran segenap komponen bangsa dalam menciptakan kemajuan yang progresif tersebut tidak lain demi terwujudnya cita-cita nasional Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana diletakkan para pendiri bangsa,” pungkasnya.










Belum ada komentar