Tim SAR gabungan memasuki hari kedua pencarian rombongan wartawan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Personel Satpolairud Polres Lampung Selatan bersama KP XXV-2003 Bakauheni, TNI AL, dan Basarnas wilayah Bakauheni melakukan penyisiran di sejumlah area, termasuk sekitar Pulau Sebesi.
Pencarian dilakukan menggunakan sarana yang telah disiapkan, di antaranya perahu karet. Tim juga terus menyesuaikan area penyisiran berdasarkan perkembangan informasi dari koordinator operasi SAR.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan Iptu Panpan Hermayadi mengatakan, personelnya bersama Tim SAR gabungan melakukan pencarian di sekitar Pulau Sebesi untuk menemukan rombongan tersebut.
“Personel kami bersama Tim SAR gabungan melakukan pencarian di sekitar Pulau Sebesi. Kami terus berkoordinasi dengan unsur terkait dan mengikuti perkembangan informasi di lapangan untuk menentukan titik pencarian berikutnya,” ujar Panpan.
Panpan mengatakan pencarian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan informasi terakhir yang diterima serta kondisi wilayah perairan.
“Pencarian di laut tentu membutuhkan koordinasi dan perhitungan yang matang. Kami menyesuaikan penyisiran dengan perkembangan informasi, kondisi cuaca, arus dan situasi di perairan,” katanya.
Selain menyisir perairan, personel juga berkoordinasi dengan Syahbandar dan aparat Desa Pulau Sebesi. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai kemungkinan keberadaan kapal yang dicari.
“Koordinasi dengan Syahbandar dan aparat Desa Pulau Sebesi juga kami lakukan. Informasi dari masyarakat pesisir maupun nelayan sangat penting untuk membantu mempersempit area pencarian,” ujar Panpan.
Dalam operasi tersebut, area pencarian dibagi menjadi dua titik. Kapal RIB Basarnas melakukan pencarian hingga ke arah Pulau Sebesi, sedangkan tim lainnya menyisir kawasan perairan Selat Sunda menggunakan perahu karet.
Panpan menegaskan keselamatan personel SAR tetap menjadi perhatian selama operasi berlangsung. Setiap pergerakan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dan perkembangan informasi terbaru.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan personel. Setiap pergerakan dilakukan berdasarkan koordinasi dan informasi terbaru dari Tim SAR gabungan,” katanya.
Rombongan yang dicari sebelumnya berangkat menggunakan kapal dari Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk mengambil dokumentasi.
Rombongan tersebut terdiri dari Arta selaku nakhoda, Bonsai sebagai guide, Kasurahman sebagai ABK, Ari Basuki dari media Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Kompas, Donal sebagai freelancer, serta Bagus yang bertugas sebagai dokumentasi.
Setelah dilaporkan hilang kontak, operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR. Hingga Rabu, pencarian masih berlangsung di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda.
Panpan juga mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda, khususnya wilayah Pulau Sebesi, untuk segera memberikan informasi jika melihat kapal atau objek yang diduga berkaitan dengan rombongan tersebut.
“Kalau ada nelayan atau masyarakat yang melihat kapal maupun tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan rombongan ini, segera laporkan kepada petugas. Informasi sekecil apa pun sangat berarti dalam proses pencarian,” ujarnya.
Satpolairud Polres Lampung Selatan bersama unsur SAR gabungan akan terus melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan Basarnas Banten serta instansi terkait hingga diperoleh perkembangan lebih lanjut mengenai keberadaan rombongan tersebut.










Belum ada komentar