Senna Agius memasang target tinggi menjelang debutnya di MotoGP 2027. Pebalap Australia tersebut ingin meraih gelar Rookie of the Year sekaligus mengembangkan kemampuan balapnya dengan menjadikan Casey Stoner sebagai salah satu referensi.
Agius dijadwalkan naik ke kelas premier bersama Red Bull KTM Tech3 pada musim 2027. Ia menilai latar belakangnya di balap dirt track memiliki kesamaan dengan pengalaman yang membentuk gaya berkendara Stoner, juara dunia MotoGP dua kali.
Menurut Agius, Stoner dikenal memiliki gaya balap khas, baik dari teknik berkendara maupun kepribadiannya. Ia melihat kesamaan tersebut dari keterampilan yang sama-sama berakar pada pengalaman balap di lintasan dengan tingkat cengkeraman rendah.
“Casey dikenal karena kepribadiannya, baik di dalam maupun di luar lintasan, dan gaya balapnya tidak tertandingi,” kata Agius, dikutip dari Crash.net yang mengutip wawancaranya dengan MotoGP.com.
Ia kemudian menjelaskan alasan merasa memiliki kesamaan dengan mantan pebalap Australia tersebut.
“Keterampilannya di atas motor dan cara dia berkendara terasa dekat dengan saya karena kemampuan balap saya berasal dari tempat yang sama di kampung halaman, yaitu dirt track,” ujarnya.
Agius tidak menganggap kesamaan tersebut sebagai jaminan untuk menyamai prestasi Stoner. Namun, ia menjadikan pencapaian sang juara dunia sebagai inspirasi untuk membangun karier di kelas tertinggi balap motor.
“Saya hanya berharap bisa memenangkan sebanyak mungkin gelar juara dunia seperti dia dan mendapatkan penghormatan yang sama,” kata Agius.
Sebelum menjalani musim debut pada 2027, Agius sudah mendapat kesempatan menjajal motor MotoGP dalam tes setelah balapan di Austria pada 2026.
Pengalaman tersebut memberinya gambaran mengenai tantangan yang menanti di kelas premier. Ia mengaku langsung merasakan perbedaan besar ketika pertama kali mengendarai motor MotoGP.
“Motor itu benar-benar seperti binatang buas,” ujarnya menggambarkan pengalaman tersebut.
Agius mengatakan dirinya terkejut dengan berbagai aspek motor, mulai dari karakter fisik kendaraan, transmisi, hingga kemampuan pengereman.
Pada putaran pertamanya, ia merasakan besarnya gaya yang bekerja ketika motor melaju kencang di lintasan lurus. Saat mengerem, gaya yang muncul juga terasa sangat kuat.
Pengalaman itu menjadi bagian dari persiapannya sebelum menghadapi persaingan MotoGP yang menuntut adaptasi cepat terhadap karakter motor dan tingkat kompetisi yang berbeda.
Untuk musim pertamanya pada 2027, Agius menetapkan target menjadi pendatang baru terbaik. Ia juga ingin menjalani proses adaptasi secepat mungkin dan memastikan telah memberikan kemampuan maksimal sepanjang musim.
“Saya ingin negara saya bangga kepada saya. Itu penting bagi saya. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk negara saya,” katanya.
Agius juga menegaskan ambisinya meraih penghargaan rookie terbaik.
“Saya ingin menjadi Rookie of the Year. Saya memiliki cukup banyak target karena saya merasa mampu mencapainya, seratus persen,” ujarnya.
Pebalap tersebut berharap dapat mengakhiri musim debut dengan keyakinan bahwa dirinya telah berusaha maksimal dan memulai perjalanan di MotoGP dengan cara terbaik.
Ia juga memandang tekanan sebagai bagian positif dari kesempatan yang diperolehnya.
“Tekanan adalah sebuah keistimewaan dalam kesempatan ini, dan saya akan melakukan yang terbaik,” kata Agius.
Agius diperkirakan menjadi satu-satunya pebalap Australia di grid MotoGP 2027. Kondisi itu membuat debutnya memiliki arti tersendiri bagi penggemar balap motor di negaranya.
Ia ingin memberikan alasan bagi publik Australia untuk mendukung kiprahnya di kelas premier, sembari membangun karier yang kompetitif.
Inspirasi dari Casey Stoner menjadi salah satu motivasi Agius. Namun, target terdekatnya tetap jelas: beradaptasi dengan motor MotoGP, tampil maksimal pada musim pertama, dan bersaing untuk menjadi rookie terbaik.
Perjalanan tersebut akan menjadi tahap penting bagi Agius dalam membuktikan kemampuannya di tengah persaingan kelas tertinggi balap motor dunia.









Belum ada komentar