5 Pelajaran Jurnalistik yang Saya Dapat Saat Mewawancarai Dahlan Iskan

5 Pelajaran Jurnalistik yang Saya Dapat Saat Mewawancarai Dahlan Iskan
ejatimnews,

Dalam dunia jurnalistik, mendapatkan kesempatan mewawancarai tokoh besar sering kali membutuhkan lebih dari sekadar keberanian mengajukan pertanyaan. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, kemampuan membangun komunikasi, hingga kesiapan memanfaatkan momentum yang tepat.

Pelajaran itulah yang saya rasakan saat akhirnya berhasil mewawancarai Dahlan Iskan setelah melalui proses yang cukup panjang.

Wawancara yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut memang tidak lama. Namun, ada banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan, bukan hanya tentang topik penelitian yang sedang saya kerjakan, tetapi juga tentang praktik jurnalistik itu sendiri.

Berikut lima pelajaran yang paling membekas.

1. Narasumber Besar Tidak Selalu Mudah Ditemui

Banyak orang mengira menghubungi narasumber cukup dilakukan sekali lalu menunggu jawaban.

Kenyataannya tidak selalu demikian.

Tokoh publik seperti Dahlan Iskan memiliki jadwal yang sangat padat. Dalam sehari mereka bisa menghadiri beberapa agenda, berpindah kota, hingga menyelesaikan berbagai pekerjaan lainnya.

Karena itu, seorang jurnalis harus memahami bahwa keterlambatan respons bukan berarti penolakan.

Yang dibutuhkan adalah kesabaran dan komunikasi yang tetap profesional.

2. Jangan Menyerah Setelah Satu Kali Gagal

Ada kalanya rencana wawancara yang sudah disusun harus tertunda karena berbagai alasan.

Dalam pengalaman saya, kesempatan wawancara sempat beberapa kali tertunda meski komunikasi sudah terjalin.

Namun justru di situlah pentingnya konsistensi.

Jika tujuan yang ingin dicapai memang penting, seorang jurnalis harus tetap berusaha mencari peluang tanpa memaksa narasumber.

3. Momentum Adalah Segalanya

Salah satu pelajaran terbesar yang saya dapatkan adalah pentingnya momentum.

Tidak semua wawancara terjadi di ruang rapat atau kantor yang tenang.

Promo Perumahan Grand Eastern

Kadang kesempatan terbaik muncul di sela-sela kegiatan, acara publik, atau pertemuan yang tidak direncanakan sebelumnya.

Saat mengetahui Dahlan Iskan akan menghadiri sebuah kegiatan di Surabaya, saya memutuskan datang langsung ke lokasi. Keputusan itulah yang akhirnya membuka jalan menuju wawancara yang saya tunggu.

Dalam jurnalistik, informasi kecil sering kali menghasilkan peluang besar.

4. Pertanyaan Harus Dipersiapkan dengan Matang

Ketika waktu wawancara sangat terbatas, setiap pertanyaan menjadi sangat berharga.

Seorang jurnalis harus memahami apa yang benar-benar ingin digali dari narasumber dan menghindari pertanyaan yang terlalu umum.

Karena saya meneliti gaya bahasa Dahlan Iskan, seluruh pertanyaan sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.

Hasilnya, dalam waktu yang relatif singkat, saya tetap bisa memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk penelitian.

5. Kesungguhan Sering Kali Menentukan Hasil

Pelajaran terakhir justru bukan tentang teknik jurnalistik, melainkan tentang sikap.

Banyak proses dalam dunia jurnalistik yang tidak berjalan sesuai rencana. Ada narasumber yang sulit dihubungi, jadwal yang berubah mendadak, hingga wawancara yang tertunda berulang kali.

Namun ketika sebuah proses dijalani dengan sungguh-sungguh, hasil yang diperoleh akan terasa lebih bermakna.

Wawancara dengan Dahlan Iskan mungkin hanya berlangsung sekitar 15 menit. Namun di balik 15 menit itu terdapat proses panjang yang mengajarkan arti ketekunan, kesabaran, dan komitmen terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Banyak orang hanya melihat hasil akhir sebuah berita atau wawancara yang terbit di media.

Padahal di baliknya sering terdapat proses panjang yang tidak terlihat oleh pembaca.

Mulai dari membangun komunikasi, mencari informasi, menunggu kesempatan, hingga mempersiapkan pertanyaan yang tepat.

Pengalaman bertemu Dahlan Iskan menjadi pengingat bahwa dalam jurnalistik, hasil memang penting. Namun proses untuk mencapainya sering kali memberikan pelajaran yang jauh lebih berharga.

Dan terkadang, cerita di balik sebuah wawancara justru sama menariknya dengan wawancara itu sendiri.

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email

Belum ada komentar