Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) menggelar Sosialisasi 3P (Protect Yourself, Prevent Early Marriage, Protect Your Future) sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan reproduksi bagi praremaja.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu hingga Kamis, 15–16 Juli 2026, dan diikuti sekitar 100 siswa dari lima sekolah di Desa Bulumargi, Kabupaten Lamongan.
Lima sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut yakni SD Negeri Bulumargi, SD Negeri Kepoh Bulumargi, MI Irsyaduth Tholibin, SD Islam Mansya’ul Huda, dan MTs Ma’arif NU 30 Bulumargi. Sasaran kegiatan meliputi siswa kelas V dan VI sekolah dasar serta siswa kelas VII, VIII, dan IX madrasah tsanawiyah.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa UM BBM membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga diri, serta pencegahan pernikahan dini sebagai bekal menghadapi masa pubertas.
Kegiatan tersebut merupakan langkah promotif dan preventif untuk memberikan pemahaman yang tepat mengenai kesehatan reproduksi sejak dini. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai dampak pernikahan dini terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda, mengingat isu pernikahan usia anak masih menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk pernah dijumpai di Desa Bulumargi. Karena itu, penguatan pemahaman sejak dini dinilai penting agar anak-anak mampu mengambil keputusan yang lebih bijaksana di masa depan.
Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif dengan membahas perubahan fisik maupun emosional saat memasuki masa pubertas, cara menjaga kesehatan reproduksi, pentingnya menghargai batasan diri, serta risiko yang dapat muncul apabila pernikahan dilakukan pada usia yang belum matang. Penyampaian materi disesuaikan dengan usia peserta sehingga lebih mudah dipahami.
Sebagai inovasi pembelajaran, tim UM BBM menghadirkan media edukasi berupa permainan ular tangga yang dipadukan dengan konsep truth or dare. Peserta dibagi ke dalam kelompok berisi tujuh hingga sembilan siswa untuk memainkan permainan tersebut.
Setiap kali pion berhenti pada kotak tertentu, peserta diminta mengambil kartu tantangan atau kartu lika-liku yang berisi pertanyaan maupun tantangan terkait materi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini. Melalui metode tersebut, peserta diajak belajar secara aktif sambil bermain sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka berdiskusi, saling membantu menjawab pertanyaan, serta menyampaikan pendapat saat mengikuti permainan.
Berdasarkan hasil evaluasi selama kegiatan, sebagian besar peserta mampu menjawab pertanyaan pada kartu tantangan maupun kartu lika-liku dengan baik, yang menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan.
Kepala SD Negeri Bulumargi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan minat belajar siswa terhadap isu kesehatan reproduksi yang selama ini kerap dianggap sensitif.
“Anak-anak sangat senang dengan kehadiran kakak-kakak mahasiswa UM BBM. Penyampaian materinya menarik, apalagi dipadukan dengan permainan sehingga mereka lebih aktif dan mudah memahami materi,” ujarnya.
Melalui Sosialisasi 3P, mahasiswa UM BBM berharap pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat ditanamkan sejak usia praremaja sebagai bekal menghadapi masa pubertas, menjaga diri, mencegah pernikahan dini, serta merencanakan masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Mahasiswa juga berharap media pembelajaran berbasis permainan interaktif yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif metode edukasi yang efektif, menyenangkan, dan mudah diterapkan di sekolah.
Ke depan, kolaborasi antara sekolah, orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa diharapkan terus diperkuat agar edukasi kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja dapat berlangsung secara berkelanjutan guna mendukung terwujudnya generasi yang sehat, berpengetahuan, dan siap menghadapi masa depan.
Penulis: Naila Ayu Shalsabila, Kholifah Indah Ramadhani, Oktavia Emylia








Belum ada komentar