Ledakan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai memberikan dampak besar terhadap industri komputer global, termasuk pasar motherboard.
Tingginya permintaan infrastruktur AI memicu kelangkaan chip global yang semakin parah. Produsen semikonduktor seperti Nvidia, Intel, dan AMD disebut lebih memprioritaskan produksi chip AI dibandingkan komponen untuk komputer konsumen.
Kondisi tersebut membuat harga berbagai komponen PC seperti RAM, SSD, hingga prosesor mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.
Akibatnya, banyak pengguna memilih mempertahankan perangkat lama dan menunda pembelian atau upgrade komputer baru.
Laporan Digitimes menyebut empat produsen motherboard terbesar dunia mulai memangkas target penjualan mereka sepanjang 2026.
Asus diperkirakan hanya mampu menjual sekitar 10 juta motherboard tahun ini, turun dari 15 juta unit pada tahun sebelumnya.
Gigabyte juga merevisi target penjualannya menjadi 9 juta unit dari sebelumnya 11,5 juta unit.
Sementara MSI memangkas proyeksi penjualan menjadi 8,4 juta unit dibandingkan 11 juta unit pada tahun lalu.
Penurunan paling tajam diperkirakan dialami ASRock. Perusahaan tersebut diprediksi hanya mengirim sekitar 2,7 juta unit motherboard sepanjang tahun ini, turun dari 4,3 juta unit sebelumnya.
Mengutip dari Tom’s Hardware, pasar motherboard global secara keseluruhan diperkirakan menyusut hingga 28 persen sepanjang 2026.
Selain mahalnya harga komponen, minimnya inovasi produk baru juga disebut memengaruhi lesunya pasar komputer.
AMD masih mempertahankan platform AM5, sementara prosesor Intel Nova Lake baru dijadwalkan hadir pada akhir tahun.
Di sisi lain, Nvidia juga belum meluncurkan seri RTX 50 Super. Bahkan, rumor menyebut seri RTX 60 kemungkinan baru dirilis pada 2028.
Situasi tersebut membuat banyak pengguna merasa belum perlu mengganti perangkat komputer mereka dalam waktu dekat.
Meski pasar motherboard melemah, sejumlah produsen mulai mengalihkan fokus bisnis ke sektor server AI.
Perusahaan seperti Asus, Gigabyte, dan ASRock disebut mulai menangkap peluang dari pembangunan pusat data besar milik perusahaan hyperscaler global.
Bagi konsumen, kondisi ini dianggap cukup dilematis. Harga komponen komputer terus meningkat akibat tingginya kebutuhan AI, sementara di sisi lain beberapa retailer mulai memberikan diskon motherboard untuk mengurangi stok yang menumpuk.











Belum ada komentar