Momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial oleh Partai Amanat Nasional (PAN). DPD PAN Trenggalek menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan agar partai tidak hanya hadir ketika momentum politik berlangsung, tetapi juga terus berada di tengah masyarakat melalui gerakan nyata.
Semangat “Gerak Cepat Bantu Rakyat” pun menjadi bagian dari upaya PAN untuk menghadirkan kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ketua DPD PAN Trenggalek, Dr. H. Suli Da’im, M.M., mengatakan politik harus memiliki keberpihakan nyata kepada rakyat. Menurutnya, kehadiran partai tidak cukup berhenti pada wacana, melainkan harus diwujudkan melalui kegiatan sosial yang konkret dan berkelanjutan.

“PAN harus hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan mereka dan bergerak membantu sesuai kemampuan yang kita miliki. Semangat kami sederhana, yakni gerak cepat bantu rakyat,” ujar Suli Da’im.
Salah satu bentuk kegiatan tersebut diwujudkan melalui PANSAR Murah, yakni program sosial PAN berupa bazar kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Program tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya PAN untuk membantu meringankan beban masyarakat, terutama ketika kebutuhan pokok masih menjadi perhatian bagi banyak keluarga.
Menurut Suli Da’im, PANSAR Murah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan penjualan sembako dengan harga murah. Program tersebut juga menjadi bentuk keberpihakan dan kepedulian PAN terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
“Ketika harga kebutuhan pokok menjadi beban bagi keluarga, maka partai harus hadir. PANSAR Murah adalah bagian dari ikhtiar PAN untuk meringankan beban masyarakat sekaligus membangun kedekatan dengan rakyat,” katanya.
Suli Da’im menilai, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, perjuangan bangsa menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan masa perjuangan melawan penjajahan.
Menurutnya, tantangan saat ini adalah bagaimana mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, termasuk menghadapi persoalan kemiskinan, ketergantungan pangan, kesenjangan, dan persoalan ekonomi lainnya.
“Di 81 tahun Indonesia merdeka, akhirnya kita sampai pada titik bagaimana mengantarkan bangsa ini bebas dari ketergantungan, mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyat sendiri, dan mewujudkan swasembada pangan,” tutur Suli Da’im.
Ia menyampaikan bahwa swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa.
Petani, menurutnya, perlu mendapatkan kepastian pasar, masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, sementara negara memiliki kemampuan menjaga ketersediaan pangan nasional.
Karena itu, semangat membantu masyarakat dinilai perlu berjalan seiring dengan kebijakan untuk membangun kemandirian ekonomi dan pangan.
Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus HUT PAN ke-28, DPD PAN Trenggalek menyiapkan sejumlah kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat kebersamaan kader serta memberikan manfaat kepada masyarakat.
Salah satunya adalah pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kantor DPD PAN Trenggalek sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus refleksi atas perjalanan bangsa.
DPD PAN Trenggalek juga melaksanakan pembagian paket sembako kepada 900 relawan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan kepedulian kepada para relawan yang selama ini menjadi bagian dari kerja sosial dan politik PAN di tengah masyarakat.
Sementara itu, kegiatan tasyakuran dan santunan anak yatim dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026 di Kantor DPD PAN Trenggalek.
Suli Da’im mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun tradisi politik yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Ulang tahun PAN bukan hanya tentang bertambahnya usia organisasi. Ini harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa PAN akan terus hadir dan bekerja bersama rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suli Da’im menyampaikan PAN ingin membangun politik yang tidak memiliki jarak dengan masyarakat.
Menurutnya, politik seharusnya menjadi instrumen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan keberpihakan.
Ia juga menekankan pentingnya kepekaan sosial bagi kader PAN di seluruh tingkatan. Persoalan yang muncul di tengah masyarakat, menurutnya, harus menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk bergerak.
“Politik tidak boleh hanya berbicara tentang kekuasaan. Politik harus berbicara tentang bagaimana kekuasaan digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Karena itu, kami ingin PAN di Trenggalek benar-benar hadir, peduli dan bergerak bersama rakyat,” ujarnya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pesan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT PAN ke-28.
Bagi DPD PAN Trenggalek, kemerdekaan harus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, sementara politik harus menjadi sarana untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Melalui semangat “Gerak Cepat Bantu Rakyat”, DPD PAN Trenggalek menyatakan komitmennya untuk menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari budaya politik yang terus dikembangkan, dengan hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi rakyat, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.











Belum ada komentar