Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa kesamaan nilai budaya antara Indonesia dan Filipina dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat kerja sama di bidang transformasi digital.
Menurutnya, semangat gotong royong yang hidup di Indonesia memiliki kesamaan dengan budaya “Bayanihan” di Filipina yang menekankan kerja sama dan kebersamaan dalam masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Nezar Patria saat menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan Filipina ke-128 yang digelar di Kantor Kedutaan Besar Filipina untuk Indonesia di Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026).
“Filipina memiliki semangat ‘Bayanihan’ yang kuat, semangat persatuan dan kerja sama komunitas yang begitu dikenal dan dihargai dalam budaya gotong royong Indonesia,” ujarnya.
Nezar mengatakan hubungan Indonesia dan Filipina semakin relevan di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Menurutnya, kedua negara memiliki komitmen yang sama dalam mendorong transformasi digital yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional masing-masing.
Ia menilai kerja sama yang erat antara Indonesia dan Filipina dapat berkontribusi dalam mewujudkan kawasan Asia Tenggara yang lebih inklusif secara digital serta memiliki daya saing ekonomi yang kuat.
“Kita berkomitmen untuk membina lingkungan di mana AI yang etis, inovasi inklusif, dan ekonomi digital yang kuat dapat berkembang,” imbuhnya.
Menurut Nezar, penguatan kerja sama digital kedua negara terus dilakukan melalui berbagai bentuk kolaborasi, termasuk pertukaran pengetahuan, berbagi praktik terbaik, serta pengembangan solusi inovatif yang dapat dimanfaatkan bersama.
Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia dan Filipina mampu memaksimalkan peluang yang hadir di era digital sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang menyertainya.
“Dengan bekerja sama, kita dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan potensi penuh era digital untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah dan terhubung bagi seluruh warga negara kita,” tandasnya.











Belum ada komentar