Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) memperkenalkan inovasi sabun cuci piring berbahan daun pandan dan jeruk nipis kepada masyarakat Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan rutin ibu-ibu PKK Desa Sendang Duwur pada Selasa, 4 Agustus 2026. Produk itu menjadi salah satu bentuk kreativitas mahasiswa KKN Kelompok 10 dalam mengolah bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi produk rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menjelaskan bahan yang digunakan serta tahapan sederhana dalam proses pembuatannya.
Sabun cuci piring tersebut dibuat menggunakan daun pandan dan jeruk nipis yang dipadukan dengan beberapa bahan pendukung, yakni texapon, garam, dan air.
Pembuatan sabun diawali dengan mencuci daun pandan. Setelah itu, daun pandan dihaluskan dan disaring hingga menghasilkan filtrat yang akan digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan sabun.
Sementara itu, jeruk nipis diperas untuk mendapatkan sarinya. Sari jeruk nipis tersebut kemudian disaring sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya.
Filtrat daun pandan selanjutnya dicampurkan dengan texapon dan garam. Setelah tercampur, sari jeruk nipis dan air ditambahkan sesuai kebutuhan.
Seluruh bahan kemudian diaduk hingga tercampur secara merata. Larutan yang telah selesai dibuat didiamkan selama 24 jam untuk mengurangi busa dan gelembung udara.
Setelah melalui proses pendiaman, larutan kembali disaring untuk mendapatkan hasil sabun yang lebih jernih. Produk kemudian dimasukkan ke dalam botol yang telah disiapkan dan ditutup rapat.
Pembuatan sabun cuci piring tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas mahasiswa KKN Kelompok 10 dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Melalui inovasi itu, mahasiswa memperkenalkan alternatif pengolahan bahan sederhana menjadi produk rumah tangga sekaligus berbagi pengetahuan dengan masyarakat mengenai tahapan pembuatannya.
Pengenalan kepada ibu-ibu PKK Desa Sendang Duwur juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menjelaskan proses pembuatan secara langsung, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah daun pandan dan jeruk nipis, mencampurkan bahan, mendiamkan larutan, menyaring, hingga mengemas produk.
Mahasiswa KKN Kelompok 10 berharap inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sendang Duwur serta menjadi salah satu hasil nyata dari kegiatan pengabdian selama berada di desa.
Selain itu, inovasi tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya berbagai gagasan kreatif lainnya dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pengenalan sabun cuci piring berbahan daun pandan dan jeruk nipis pada 4 Agustus 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Kelompok 10 dalam memperkenalkan hasil kreativitas yang berkaitan dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari masyarakat Desa Sendang Duwur.
Penulis: Siti Firda Nur Azizah









Belum ada komentar