Pemerintah Kecamatan Kaliwates menyatakan kesiapan mendukung penuh pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kabupaten Jember Tahun 2026.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Komitmen tersebut disampaikan Camat Kaliwates Dwi Sunu Arinugroho usai menghadiri pelepasan sekitar 3.000 mahasiswa KKN Kolaboratif dari 17 perguruan tinggi di Alun-Alun Jember, Minggu (19/7/2026).
Menurut Dwi Sunu, ide-ide inovatif dan semangat yang dibawa mahasiswa menjadi modal penting dalam mendukung berbagai program pembangunan di wilayah Kecamatan Kaliwates.
Ia menjelaskan, pelaksanaan KKN Kolaboratif tahun ini akan difokuskan pada tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah Desa Cerdas, yakni penyusunan infografis data kelurahan yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pemerintah agar lebih tepat sasaran.
Pilar kedua adalah Desa Inklusi, yang diarahkan pada pemberdayaan ekonomi kelompok rentan, khususnya ibu-ibu penyandang disabilitas di wilayah Kecamatan Kaliwates.
Sementara pilar ketiga, Desa Tangguh, difokuskan pada penguatan kewirausahaan masyarakat melalui pendampingan kepada pelaku usaha agar memiliki daya saing dan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Kami di jajaran kecamatan sangat menyambut baik kehadiran rekan-rekan mahasiswa. Ini sangat sejalan dengan kebutuhan wilayah kita saat ini. Kami berharap mahasiswa mampu membantu penguatan data infografis. Kami siap mendukung penuh aktivitas mereka di lapangan,” ujar Dwi Sunu Arinugroho.
Program tersebut sejalan dengan arahan Bupati Jember Muhammad Fawaid (Gus Fawait) saat memimpin upacara pelepasan mahasiswa KKN Kolaboratif.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi agen perubahan melalui implementasi tema “Desa Cinta” (Desa Pendataan Akurat, Kemiskinan Tuntas).
“Mahasiswa adalah agen perubahan yang membawa energi baru ke desa dan kelurahan kita. Melalui semangat ‘Desa Cinta’, saya minta kalian melakukan pendataan yang akurat karena data yang valid adalah kunci ketepatan intervensi kemiskinan. Bantu kami mewujudkan Jember yang lebih sejahtera, inklusif, dan tangguh secara ekonomi,” tegas Gus Fawait.
Upacara pelepasan juga dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta para lurah se-Kabupaten Jember. Kegiatan ditutup dengan penyematan atribut KKN secara simbolis oleh Bupati Jember sebagai tanda dimulainya masa pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, pelaksanaan KKN Kolaboratif 2026 diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Kaliwates.









Belum ada komentar