Sebanyak 60 warga binaan Lapas Kelas IIA Sidoarjo mengikuti pelatihan pembuatan paving block berpori berbahan limbah abu batu dan dasar-dasar manajemen usaha bersama mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur.
Mengutip UPN Veteran Jawa Timur, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) – Pengabdian Kepada Masyarakat (PM) yang dijalankan Tim Asa Karya Lapas UPN “Veteran” Jawa Timur.
Pelatihan berlangsung pada 30 Juli hingga 7 Agustus 2026 di Lapas Kelas IIA Sidoarjo. Kegiatan itu diarahkan untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan sekaligus membuka peluang pengembangan unit produksi di lingkungan lapas.
Selain mempelajari proses pembuatan paving block berpori, peserta juga mendapatkan pengenalan dasar-dasar manajemen usaha sebagai bagian dari pembekalan keterampilan.
Ketua Tim PKM-PM, Taufiq, mengatakan program tersebut tidak hanya mengenalkan inovasi paving block berpori, tetapi juga diarahkan untuk membangun semangat kemandirian ekonomi bagi warga binaan.
Keterampilan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan peserta setelah menyelesaikan masa pembinaan dan kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin memberikan keterampilan yang tidak berhenti pada proses pelatihan saja, tetapi dapat menjadi bekal yang benar-benar dimanfaatkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pembinaan. Harapannya, kemampuan ini dapat membuka peluang usaha maupun lapangan pekerjaan baru sehingga mereka memiliki kesiapan untuk kembali berdaya di masyarakat,” ujarnya.
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan PKM-PM yang berfokus pada penerapan inovasi teknologi tepat guna sekaligus peningkatan kompetensi masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan.
Tidak hanya memperkenalkan proses produksi paving block berpori, tim juga memberikan materi dasar manajemen usaha.
Pemahaman mengenai proses produksi dan pengelolaan usaha diharapkan dapat menjadi bagian dari keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pasar.
Selama pelatihan berlangsung, warga binaan mendapatkan pendampingan mulai dari pengenalan bahan, proses pencampuran, pencetakan, hingga perawatan produk.
Tim PKM-PM juga menyusun buku pedoman sebagai panduan praktik. Buku tersebut disiapkan agar keterampilan yang telah diberikan dapat terus diterapkan secara mandiri oleh warga binaan maupun petugas lapas.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Harditiyo Hangga, mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan program pembinaan yang aplikatif.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah positif untuk memperluas kesempatan bagi warga binaan dalam memperoleh keterampilan yang berkaitan dengan dunia kerja dan kewirausahaan.
Melalui pelatihan tersebut, warga binaan mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan paving block berpori sekaligus pengenalan manajemen usaha sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan selama menjalani masa pembinaan.








Belum ada komentar