KKN MAs 34 Gelar Penyuluhan Kesehatan tentang Pubertas di Kota Batu

KKN MAs 34 Gelar Penyuluhan Kesehatan tentang Pubertas di Kota Batu
ejatimnews,

Sebanyak 57 siswa kelas 4, 5, dan 6 MI Assalam, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, mengikuti penyuluhan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di usia pubertas yang digelar Kelompok 34 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-‘Aisyiyah (KKN MAs) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/8/2026) itu menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada anak-anak yang mulai mendekati atau memasuki masa pubertas. Melalui edukasi tersebut, siswa diperkenalkan pada perubahan fisik dan perkembangan diri serta pentingnya menjaga kebersihan secara mandiri.

Penyuluhan kesehatan tersebut merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa peserta KKN MAs 2026.

KKN MAs 2026 diselenggarakan di wilayah Malang Raya, Jawa Timur, sebagai program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.

Kegiatan KKN MAs 2026 berlangsung mulai 29 Juli hingga 29 September 2026 dengan mengusung tema “KKN MAs Berdampak: Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal”.

Kegiatan berskala nasional tersebut diikuti ribuan mahasiswa dari 59 PTMA di berbagai wilayah Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu tuan rumah sekaligus koordinator utama pelaksanaan KKN MAs di lapangan.

Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diterjunkan ke sejumlah desa untuk menjalankan program pengabdian sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.

Program tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan, pengembangan potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat dan UMKM, penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu kelompok yang mengikuti program tersebut adalah Kelompok KKN MAs 34 yang ditempatkan di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Kelompok tersebut beranggotakan 15 mahasiswa dari 12 perguruan tinggi, yakni Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, STKIP Muhammadiyah OKU Timur, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Bone, dan Universitas Muhammadiyah Gombong.

Masa pubertas menjadi salah satu tahap penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Perubahan fisik maupun emosional yang terjadi pada masa tersebut dapat menimbulkan kebingungan apabila anak belum memperoleh informasi yang tepat.

Karena itu, Kelompok KKN MAs 34 memilih siswa kelas 4, 5, dan 6 sebagai peserta penyuluhan. Usia tersebut dinilai mulai mendekati atau memasuki masa pubertas.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai pubertas dan PHBS. Para siswa diberikan sejumlah pertanyaan sederhana sebelum mendapatkan materi penyuluhan.

Setelah itu, materi disampaikan oleh Deva Az-Zahra Ramadhani, mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Promo Perumahan Grand Eastern

Dengan latar belakang keilmuan di bidang kesehatan, Deva menyampaikan materi secara interaktif menggunakan bahasa yang disesuaikan agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Materi mencakup pengertian pubertas, ciri dan tanda-tanda pubertas, serta pentingnya menerapkan PHBS selama masa pertumbuhan.

Siswa juga mendapatkan edukasi mengenai cara menjaga kebersihan tubuh, rambut, kulit, mulut, dan tangan. Selain itu, disampaikan pula pentingnya menjaga kebersihan area reproduksi ketika memasuki masa pubertas.

“Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk mempersiapkan anak-anak dalam memasuki usia pubertas. Dengan pengetahuan yang benar, diharapkan mereka dapat memahami perubahan yang terjadi pada dirinya serta mengetahui pentingnya menjaga kebersihan diri dan menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Tidak hanya mendapatkan materi, para siswa juga diajak mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar sebagai salah satu bentuk penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan praktik tersebut mendapat respons positif dari para peserta yang mengikuti arahan selama penyuluhan berlangsung.

Di sela-sela kegiatan, mahasiswa KKN MAs 34 juga mengadakan sesi ice breaking untuk menciptakan suasana yang lebih aktif dan menyenangkan. Sesi tersebut dilakukan agar peserta tetap fokus selama mengikuti rangkaian penyuluhan.

Setelah penyampaian materi dan praktik selesai, kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti edukasi.

Perbandingan hasil pre-test dan post-test diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pemahaman peserta setelah mendapatkan materi tentang pubertas dan PHBS.

Melalui kegiatan tersebut, Kelompok KKN MAs 34 berharap siswa MI Assalam memiliki bekal pengetahuan dalam menghadapi masa pubertas, memahami perubahan yang terjadi pada dirinya, serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN MAs 34 dalam bidang kesehatan dan pendidikan masyarakat melalui kolaborasi dengan pihak sekolah dan peserta didik.

Pengetahuan mengenai pubertas dan PHBS yang diberikan kepada siswa diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani proses pertumbuhan serta menjaga kebersihan dan kesehatan diri.

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email

Belum ada komentar

Kirim Berita Anda

Punya kegiatan, rilis resmi, atau informasi menarik? Kirimkan berita dan foto ke redaksi ejatimnews.com.

Terbuka untuk sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Kirim via Email